Festival Religius Kultural Wisata Warisan: Mauluik Gadang dan Pengembangan Destinasi Berbasis Komunitas di Padang Pariaman
DOI:
https://doi.org/10.30983/musafir.v1i2.10532Keywords:
Mauluik Gadang, Wisata komunitas, Festival ReligiusAbstract
Religious and cultural festivals are increasingly positioned as important tools for diversifying tourism products and supporting the sustainability of intangible cultural heritage (ICH) in various predominantly Muslim destinations. This article examines Mauluik Gadang, a large-scale celebration of the Prophet's birthday that was recently institutionalized as a district-level festival in Padang Pariaman, West Sumatra, as an example of heritage tourism development rooted in Minangkabau Islamic traditions. Using a mixed methods design with a qualitative orientation, this study combines visitor surveys, semi-structured interviews with community leaders, religious scholars, local government officials, women's and youth groups, and three days of participatory observation during the festival. The analysis is based on an integrated framework linking the experience economy and memorable tourism experiences (MTEs), community-based tourism and social capital, and authenticity/place attachment in WBTb tourism. Findings indicate that visitors are simultaneously motivated by religious impulses, cultural nostalgia, and social experience motives. Rituals such as marhaban, Syarafal Anam, badikie, and makan bajamba, combined with market activities and creative performances, produced layered experiences that combined sacredness and a festive atmosphere. The festival strengthens social cohesion, encourages local micro-enterprises and MSMEs, and reinforces place attachment for residents and migrants, but at the same time raises tensions related to commodification, visitor density, and the protection of sacred meanings. This study contributes to the literature on festivals and religious tourism by interpreting Mauluik Gadang as a hybrid sacred tourism space where WBTb continues to be negotiated through state-community collaboration. Practically, this article presents policy and management implications for local governments and community organizations seeking to develop WBTb-based heritage destinations in Indonesia and other Muslim-majority contexts, while maintaining religious and cultural integrity
Festival religiuskultural semakin diposisikan sebagai instrumen penting untuk mendiversifikasi produk pariwisata dan menopang keberlanjutan warisan budaya takbenda (WBTb) di berbagai destinasi mayoritas Muslim. Artikel ini mengkaji Mauluik Gadang perayaan Maulid Nabi skala besar yang barubaru ini dilembagakan sebagai festival tingkat kabupaten di Padang Pariaman, Sumatera Barat sebagai kasus pengembangan wisata warisan yang berakar pada tradisi Islam Minangkabau. Dengan menggunakan desain mixed-methods yang berorientasi kualitatif, penelitian ini memadukan survei pengunjung, wawancara semiterstruktur dengan tokoh komunitas, ulama, pemerintah daerah, kelompok perempuan dan pemuda, serta pengamatan partisipan selama tiga hari penyelenggaraan festival. Analisis didasarkan pada kerangka terintegrasi yang menghubungkan ekonomi pengalaman dan memorable tourism experiences (MTEs), pariwisata berbasis komunitas dan modal sosial, serta otentisitas/kelekatan tempat dalam pariwisata WBTb. Temuan menunjukkan bahwa pengunjung termotivasi secara simultan oleh dorongan religius, nostalgia kultural, dan motif social eksperiensial. Ritualitas seperti marhaban, Syarafal Anam, badikie, dan makan bajamba, yang berpadu dengan aktivitas bazar dan pertunjukan kreatif, menghasilkan pengalaman berlapis yang menggabungkan kesakralan dan suasana pesta. Festival ini memperkuat kohesi sosial, mendorong usaha mikro dan UMKM lokal, serta meneguhkan kelekatan tempat bagi warga maupun perantau, namun sekaligus memunculkan ketegangan terkait komodifikasi, kepadatan pengunjung, dan perlindungan makna sakral. Studi ini berkontribusi pada literatur festival dan pariwisata religi dengan memaknai Mauluik Gadang sebagai ruang hibrid sacral turistik di mana WBTb terus dinegosiasikan melalui kolaborasi komunitas negara. Secara praktis, artikel ini menyajikan implikasi kebijakan dan manajerial bagi pemerintah lokal dan organisasi komunitas yang ingin mengembangkan destinasi warisan berbasis WBTb di Indonesia dan konteks mayoritas Muslim lainnya, dengan tetap menjaga integritas religius dan kultural.
References
Aliyah, I. (2017). Pemahaman konseptual pasar tradisional di perkotaan. Cakra Wisata, 18(2).
Battour, M., Ismail, M. N., & Battor, M. (2011). The impact of destination attributes on Muslim tourist’s choice. International Journal of Tourism Research, 13(6), 527–540. https://doi.org/10.1002/jtr.824
Cudny, W. (2013). Festival tourism – The concept, key functions and dysfunctions in the context of tourism geography studies. Geografický Časopis / Geographical Journal, 65(2), 105–118.
Cudny, W. (2016). Festival tourism – The concept, key functions and dysfunctions in the context of tourism geography studies. Geographia Polonica, 89(1), 103–119.
Eva Diyah, N., Riyanti, A., & Karim, M. (2022). Implementasi Sertifikasi Halal Pada Kuliner Umkm Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan. SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan, 1(12), 2863–2874. https://doi.org/10.54443/sibatik.v1i12.461
Ferdiansyah, H. (2020). Pengembangan Pariwisata Halal Di Indonesia Melalui Konsep Smart Tourism. Journal of Sustainable Tourism Research, 2(1), 31.
Jamaludin, N., Miftahurrahmah, M., & Muizzudin, M. (2023). Islamic Micro Finance Institutions’ Existence, Role, and Challenges in Developing the Indonesian Micro Business Sector Post Covid 19 Pandemic. EKONOMIKA SYARIAH: Journal of Economic Studies, 7(2), 155–165.
Mayaka, M., Croy, W. G., & Cox, J. W. (2019). A dimensional approach to community-based tourism: Recognising and differentiating form and context. Annals of Tourism Research, 74, 177–190. https://doi.org/10.1016/j.annals.2018.12.002
Minando, H., Handayani, A., & Ekawati, F. (2023). Pengaruh literasi keuangan terhadap minat pemilihan produk perbankan syariah di kalangan mahasiswa. Jurnal Ekonomi Syariah Dan Pariwisata Halal, 2(2), 31–38.
Mujalli, & Syarif, M. (2024). MODEL PENGELOLAAN DANA DESA BERBASIS SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDG’s) Desa. Revenue : Jurnal Ekonomi Pembangunan Dan Ekonomi Islam, 7(01), 1–12. https://doi.org/10.56998/jr.v7i01.72
O’Sullivan, D., & Jackson, M. J. (2002). Festival tourism: A contributor to sustainable local economic development? Journal of Sustainable Tourism, 10(4), 325–342. https://doi.org/10.1080/09669580208667171
Padang Pariaman. (2025). Instagram posts and reels on Padang Pariaman Maulid/Mauluik Gadang (official and community accounts).
Pariaman, P. (2025). Instagram posts and reels on Padang Pariaman Maulid/Mauluik Gadang.
PERPRES. (2007). PERATURAN PRESlDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 78 TAHUN 2007 TENTANG PENGESAHAN CONVENTION FOR THE SAFEGUARDING OF THE INTANGIBLE CULTURAL HERITAGE (KONVENSI UNTUK PERLINDUNGAN WARISAN BUDAYA TAKBENDA).
Pramanik, P. D., Ingkadijaya, R., & Achmadi, M. (2019). The Role of Social Capital in Community Based Tourism. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 7(2), 62–73. https://doi.org/10.21776/ub.jitode.2019.007.02.02
Quoquab, F., Mohamed Sadom, N. Z., & Mohammad, J. (2019). Driving customer loyalty in the Malaysian fast food industry: The role of halal logo, trust and perceived reputation. Journal of Islamic Marketing, 11(6), 1367–1387. https://doi.org/10.1108/JIMA-01-2019-0010
Rahmadi, A. R., & Indrawijaya, S. (2024). Pengaruh Inovasi Terhadap Daya Saing Usaha Mikro Dengan Kompetensi Pegawai Usaha Mikro Sebagai Mediasi. Jurnal Manajemen Terapan Dan Keuangan, 13(01), 166–178. https://doi.org/10.22437/jmk.v13i01.28365
Rais, M., Miftahurrahmah, M., Susanti, S., Deswita, S., Hayat, R. F., & Hidayat, F. (2024). Analisis Kesejahteraan Petani Muslim Milenial di Indonesia. Jurnal Riset Ekonomi Syariah, 125–134.
Ridwanuddin, P. (2017). Ekoteologi Dalam Pemikiran Badiuzzaman Said Nursi. LENTERA: Jurnal Ilmu Dakwah Dan Komunikasi, 1(01), 39–61. https://doi.org/10.21093/lentera.v1i01.832
Rusyaida, R., & Marh, N. F. (2020). Peranan Bundo Kanduang Mengembangkan Wisata Halal Ekonomi Kreatif Berbasis Kearifan Lokal di Tirtasari Tilatang Kamang. EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies, 4(2), 179. https://doi.org/10.30983/es.v4i2.3704
Samad, D. (2025). Mauluik Gadang untuk kebangkitan moral (2). Sigi24.
Sayekti, N. W. (2019). Strategi Pengembangan Pariwisata Halal di Indonesia. Kajian, 24(3), 159–171.
Setyarsih, L., Pratama, S., & Aghadiati, F. (2024). MEJUAJUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pendampingan Pembuatan Menu Bergizi Cegah Stunting dan Malnutrisi di Pondok Pesantren As ’ Ad Kota Jambi. 4(4), 425–431. https://doi.org/10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.211
Subarkah, R., & Rachman, J. B. (2018). Wisata Halal Untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Halal Tourism for Sustainable Development Goals. Konferensi Nasional Ilmu …, March, 1–6.
Tran, A. D. (2025). What is festival tourism? Definitions, impacts, and sustainable pathways.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Faisal Hidayat, Miftahurrahmah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
