Mengungkap Potensi Pariwisata Candi Bahal: Antara Warisan Budaya dan Tantangan Pengembangan

Pariwisata

Authors

  • Muhtadina Hasibuan UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Keywords:

Candi Bahal, Pariwisata Budaya, Keterlibatan Masyarakat, Promosi Digital

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan penurunan popularitas Candi Bahal sebagai salah satu ikon wisata budaya di Sumatera Utara serta merumuskan strategi pengembangannya. Candi Bahal merupakan peninggalan sejarah bercorak Buddha Tantrayana dari abad ke-11 hingga ke-13 yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata budaya, sejarah, dan edukasi. Namun, dalam satu dekade terakhir, keberadaannya mulai tertinggal akibat persaingan dengan destinasi wisata baru yang lebih atraktif dan didukung infrastruktur memadai. Selain itu, minimnya fasilitas pendukung seperti akses jalan, pusat informasi, dan sarana publik turut memperlemah daya tarik Candi Bahal. Faktor lain yang berperan adalah rendahnya partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata serta lemahnya strategi promosi dan branding, sehingga Candi Bahal kurang dikenal secara luas di tingkat regional maupun nasional. Penelitian ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif untuk menelaah kondisi terkini, membandingkan dengan studi kasus serupa, dan merumuskan rekomendasi pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penguatan infrastruktur, penerapan community-based tourism (CBT), serta strategi promosi berbasis digital dengan storytelling sejarah dan identitas budaya merupakan langkah kunci untuk menghidupkan kembali Candi Bahal. Dengan strategi terpadu tersebut, Candi Bahal dapat bertransformasi menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian warisan budaya bangsa.

 

Abstract

This study aims to reveal the factors behind the declining popularity of Bahal Temple as one of the cultural tourism icons in North Sumatra and to formulate appropriate development strategies. Bahal Temple is a historical Buddhist Tantrayana heritage from the 11th–13th centuries, holding significant potential as a cultural, historical, and educational tourism destination. However, in the last decade, its prominence has faded due to competition from newer and more attractive tourist sites supported by better infrastructure. The lack of supporting facilities, such as road access, visitor information centers, and public amenities, has further weakened Bahal Temple’s appeal. Another major issue lies in the low participation of local communities in tourism management and the absence of consistent promotion and branding strategies, resulting in limited recognition of Bahal Temple at regional and national levels. This research employs a literature review with a qualitative approach to examine current conditions, compare with similar case studies, and propose development recommendations. Findings indicate that improving infrastructure, implementing community-based tourism (CBT), and adopting digital promotion strategies emphasizing historical storytelling and cultural identity are essential steps to revitalize Bahal Temple. With an integrated strategy, Bahal Temple has the potential to be transformed into a leading tourism destination that not only generates economic benefits but also contributes to the preservation of Indonesia’s cultural heritage.

References

Anggi Oktawiranti, Saida Zainurossalamia Za, FahrizalAnwar, Dedi Djalipa, A. R. (2024). Kepuasan Wisatawan Terhadap Pendapatan Ekonomi Di Indonesia Dengan Mediasi Infrastruktur. JEBI: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 2(4), 488–511.

Annisa Rosa Mora Harahap, S. K. (2025). Strategi Komunikasi Pemerintah Desa dalam Upaya Pengembangan Objek Wisata Alam Aek Sijorni Kecamatan Sayurmatinggi Tapanuli Selatan. Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora, 11(2), 466–477.

Candra, A. C., & Sari, W. N. (2024). Analisis Strategi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata di Jasmine Park Cisauk. Jurnal Pariwisata Dan Perhotelan, 2(1).

Harahap, H. A. (2013). Studi Tentang Objek Wisata Candi Bahal Portib di Desa Bahal Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara.

Judisseno, R. K. (2019). Branding Destinasi & Promosi Pariwisata. Gramedia pustaka utama.

Krippendorff, K. (2019). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. SAGE Publications.

Meyanti, L. (2019). Prasasti Paṇai: Kajian Ulang Tentang Lokasi Kerajaan Paṇai. AMERTA, Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 37(1).

Napitupulu, F. K. (2024). Pembuatan Website Pariwisata Tentang Relief Candi Bahal I di Padang Lawas Utara. Student Research Journal, 2(4), 282–294.

Poti, J., & Hendrayady, A. (2020). Membangun Branding Image Kepulauan Riau sebagai Destinasi Wisata Nasional. Jurnal Ilmu Administrasi Negara (JUAN), 8(1).

Putra, M. R. A., Iswara, A. R. P., Fasya, M. N., & Furqan, A. (2023). Penerapan Konsep Community Based Tourism (CBT) di Kampung Wisata Karst Rammang-Rammang, Kabupaten Maros. I-Com: Indonesian Community Journal, 3(2), 789–808.

Putra Rajagukguk, T., & Sofianto, K. (2020). Peran Generasi Milenial Dalam Pengembangan Desa Wisata Di Danau Toba. In Jurnal Bahasa, Sastra, Seni dan Budaya (Vol. 4).

Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of Hospitality and Tourism Management, 36, 12–21.

Ritonga, S. (2024). Dampak Keberadaan Objek Wisata Candi Bahal Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Desa Bahal Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 8(4), 2035.

Rusyidi, B., & Fedryansah, M. (2018). Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3), 155–165.

Siregar, A. A. S. (2018). Strategi Pengembangan Objek Wisata Candi Bahal oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Padang Lawas Utara [Universitas Sumatera Utara].

Sugiyono. (2010). Metode penelitian kuantitatif dan R&D. Alfabeta.

Suharsono, S., Nugroho, A. Y. A., & Harrison, A. (2021). Strategi Pengelolaan Destinasi Pariwisata Berbasis Komunitas Pasca Pandemi Covid19. Prosiding SENAPENMAS, 1371–1384.

Sunjayadi, A. (2020). Pariwisata Sejarah Untuk Generasi Milenial dan Generasi Z. Jurnal Sejarah, 03(January).

Ulian Barus, S. (2015). Pemanfaatan Candi Bahal sebagai Media Pembelajaran Alam Terbuka dalam Proses Belajar Mengajar.

Wibowo, M. S., Novry, H., Paninggiran, K., & Heptanti, U. (2023). Analisis Daya Tarik Wisata dan Pengelolaan Destinasi Pantai Indah Kemangi Kabupaten Kendal. Jurnal Manajemen Perhotelan Dan Pariwisata, 6(2), 608–616.

Yanti, M. Y., Yanuarmi, D., & Prastawa, W. (2023). Candi Bahal Sebagai Motif Pada Kemeja Padang Lawas, Sumatera Utara. Journal of Fashion Design, 2(2), 13.

Yubdina, S., Laila, N., Dewi, ;, Rini, K., Made, N., Dwi, S., Khairiyah, N., Andre, ;, Prasetyo, D., & Azzahara, A. (2024). Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Potensi: Analisis SWOT Desa Wisata di Sekitar Candi Borobudur. Jurnal Nasional Pariwisata, 14(2), 142–157.

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Hasibuan, M. (2025). Mengungkap Potensi Pariwisata Candi Bahal: Antara Warisan Budaya dan Tantangan Pengembangan: Pariwisata. MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage, 1(1), 53–61. Retrieved from https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/musafir/article/view/10099

Issue

Section

Articles