URGENSI KONSELING KARIR DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA KESEHATAN MENTAL PADA WANITA KARIR

Authors

  • Alfi Rahmi IAIN Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30983/jh.v1i2.247

Keywords:

Wanita karir, Kesehatan mental, Konseling Karir

Abstract

Nowadays, the opportunity for women to develop their potential widely open. For instance, it can be found in the workplace. Women can occupy a position as normally as men. The burden of work at office and house chores at home which is finished by women cause problem for her. It is called by mental disorder. This unbalanced conditions between function and the role become a part of mental unhealthy. Therefore, based on this situation, it is necessary an assistance through career counseling. Career counselors can help individuals both in work and in family life. This is important because career and family can not be separated.

Kesempatan bagi wanita untuk mengembangkan potensinya dewasa ini sewanita juga makin terbuka. Salah satunya dalam dunia kerja. Wanita dapat menempati posisi yang biasa ditempati oleh laki-laki. Beratnya tuntutan tugas dan tanggung jawab di rumah serta beban pekerjaan di kantor atau tempat kerja yang mesti diselesaikan oleh wanita membuat wanita dihadapkan pada persoalan ketidaktenagan jiwa. Kondisi tidak tenang jiwa sehingga berdampak pada ketidakharmonisan fungsi dan peran yang harus dilakukan merupakan bagian dari mental yang tidak sehat. Menyikapi permasalahan yang dihadapi oleh wanita karir ini, maka perlu suatu bantuan melalui konseling karir. Konselor karir dapat membantu individu baik dalam pekerjaan maupun dalam hidup berkeluarga. Hal ini menjadi penting karena antara karir dan keluarga tidak dapat dipisahkan. 

References

Anaroga, P. (2009). Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.

Az-Zahrani, M. bin S. (2005). Konseling Terapi. Jakarta: Gema Insani.

Burhanudin, Y. (1999). Kesehatan Mental. Bandung: Pustaka Setia.

Endar, M. W., Erni, M., & Mu’arifudin. (2008). Peranan Perempuan dalam Mencegah Bahaya Korupsi. Karya Tulis Ilmiah Bidang Sosial. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.

Herr, E. L., & Cramer, S. H. (1992). Career Guidance and Counseling through the Life Span: Systematic Approaches. New York: HarperCollins Publishers.

Junita, A. (2011). Konflik peran sebagai salah satu pemicu stres kerja wanita karier. Jurnal Keuangan dan Bisnis, 3(2), Juli.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (1996). Jakarta: Balai Pustaka.

Manrihu, M. T. (1992). Pengantar Bimbingan dan Konseling Karier. Cetakan pertama. Jakarta: Bumi Aksara.

Marettih, A. K. E. (2013). Work-family conflict pada ibu bekerja: Studi fenomenologi dalam perspektif gender. Jurnal Sosial Budaya, 10(1), Januari–Juni.

Moeljono, N., & Latipun. (2002). Kesehatan Mental: Konsep dan Penerapan. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang.

Munandir. (1996). Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Ditjen Dikti.

Mujib, A., & Mudzakir, J. (2001). Nuansa-Nuansa Psikologi Islam. Jakarta: Rajawali Press.

Prayitno. (2007). Peningkatan Potensi Mahasiswa. Padang: UNP Press.

Siagian, S. P. (2014). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sundari, S. (2005). Kesehatan Mental dalam Kehidupan. Jakarta: Rineka Cipta.

Tarupolo, B. (2002). Warta Kesehatan Kerja: Media Komunikasi Kesehatan Kerja. Edisi I. Jakarta.

Yusuf, A. M. (2006). Konseling Karier dalam Satuan Pendidikan dan Praktik Pribadi. Makalah. Padang: Universitas Negeri Padang.

Downloads

Published

2018-01-18

How to Cite

Rahmi, A. (2018). URGENSI KONSELING KARIR DALAM MENYIKAPI PROBLEMATIKA KESEHATAN MENTAL PADA WANITA KARIR. HUMANISMA : Journal of Gender Studies, 1(2), 48–62. https://doi.org/10.30983/jh.v1i2.247

Citation Check

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.