Rekontekstualisasi Makna Istathā’a dalam Hadis Anjuran Menikah Melalui Pendekatan Semiotika Ferdinand de Saussure

Authors

  • Ihsanuddin UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia
  • Nurun Najwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia, Indonesia
  • Aminuddin Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia , Indonesia

Keywords:

Semiotika, Ferdinand de Saussure, Hadis, Istathā’a, Kontekstualisasi

Abstract

Abstrak
Pernikahan dalam Islam merupakan sebuah ritual sakral yang dimaksudkan untuk membangun peradaban dan menjaga kesucian. Penelitian ini didasarkan pada Hadis Riwayat Bukhari nomor 1905, yang menetapkan syarat kemampuan (Istathā'a) bagi para pemuda. Namun, kata Istathā'a sering direduksi dan keseimbangan, yang berkontribusi pada munculnya berbagai masalah sosial dalam rumah tangga modern. Dengan menggunakan alat analisis semiotika Ferdinand de Saussure, penelitian ini berusaha mendekonstruksi dan merekonstruksi makna Istathā'a dalam hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan studi pustaka yang berargumen bahwa makna Istathā'a tidak statis dengan membedah hubungan antara penanda (signifier) ​​dan petanda (petanda) dan melihat hubungan sintagmatik dan paradigmatik antara tanda-tanda tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa arti "mampu" berubah secara historis. Bermula dari pemahaman klasik yang terfokus pada kemampuan biologi (al-bā'ah) dan berkembang ke arah kemampuan finansial, hingga pemaknaan modern yang menuntut kesiapan yang bersifat menyeluruh yang mencakup aspek psikologis, emosional, dan sosial. Pemahaman yang menyeluruh ini lebih sesuai dengan tujuan utama pernikahan (maqāshid al-zawāj), yaitu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah dalam menghadapi kompleksitas tantangan zaman. Kontekstualisasi pemahaman hadis adalah upaya untuk menjadikannya lebih relevan menjawab realitas sosial.

References

Afwadzi, B. (2020). Semiotika Hadis: Teori dan Aplikasi pada Hadis-Hadis Misoginis. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis, 1.

Al-Nawawi. (1993). Al-Minhāj Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim ibn al-Ḥajjāj. Dar Ihya al-Turath al-Arabi. Dar Ihya al-Turath al-Arabi.

Al-Qardawi, Y. (2018). Fiqh al-Usrah wa Qadhāyā al-Mar’ah. Maktabah Wahbah.

Andriyani, Q. B. (n.d.). MAQASHID AL-SY ARI’AH CONCEPT OF KAFA’AH IN MARRIAGE. Nurani : Jurnal Kajian Syariah Dan Masyarakat, 107–115. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/nurani.v20i1.5651

Arif Maulana, A. S. (2024). Telaah Prinsip Kafa’ah dalam Hadis tentang Kriteria Memilih Calon Pasangan (Pendekatan Kaidah al-‘Adatu Muhakkamah). Jurnal Penelitian Ilmu Ushuluddin, 4(1), 33–46. https://doi.org/https://doi.org/10.15575/jpiu.31723

Badan Pusat Statistik RI. (2024). Statistik Perceraian di Indonesia 2023.

Baniya, A. (2023). Konsep keadilan dalam al Qur’an: Analisis sintagmatik dan paradigmatik ferdinand de sassure terhadap kata Al ’adl dan Al Qist. IAIN Madura.

Barthes, R. (2023). Elements of Semiology. 20th Century Theories of Art, 1964, 336–356. https://doi.org/10.1515/9780773596054-037

DetikHealth, T. (2024). Angka Pernikahan di Indonesia Menurun dalam 3 Tahun Terakhir. Detiksumut. https://www.detik.com/sumut/berita/d-7227665/angka-pernikahan-di-indonesia-menurun-dalam-3-tahun-terakhir

Fadhliyah, Z. (2021). SEMIOTIKA FERDINAN DE SAUSSURE SEBAGAI METODE PENAFSIRAN AL-QUR ï AN : KAJIAN TEORITIS. 4(1), 109–122.

Fauzi, M. F., & Nugroho, A. C. (2021). Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure pada Teks Berita Online tentang Pandemi. Jurnal Lensa Mutiara Komunikasi, 5.

Halwaini, F., & Fauziyah, W. (2023). Anjuran Menikah dan Memperbanyak Keturunan Studi Hadis atas Fenomena Childfree di Masyarakat. Lathaif: Literasi Tafsir, Hadis Dan Filologi, 2(2), 114. https://doi.org/10.31958/lathaif.v2i2.10821

Hidayat, K. (2021). Bahasa Agama: Sebuah Tinjauan Filosofis. Paramadina.

Ibn Hajar al Astqalani. (2001). Fatḥ al-Bārī bi Syarḥ Ṣaḥīḥ al-Bukhārī. In IX. Dar Ihya al-Turath al-Arabi.

Ida Fara A. (2024). KESENJANGAN USIA DALAM PERNIKAHAN MENURUT FIQH MUNAKAHAT DI KECAMATAN WARUNGASEM. AL-USROH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 02(01), 1–8.

Mandzur, I. (1979). Lisnul ’Arab. Dar Al Sader.

Mu’awanah, A. (2024). Pergeseran Makna استطاع Sebagai Persyaratan Menikah bagi Calon Mempelai Laki-Laki dalam Shahih Bukhori 1905. ـJURISY, Jurnal Ilmiah Syariahh, 4, No.7.

Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim al-Bukāri. (1993). Shohīh al-Bukhāri. Dar Ibn Katsir, Dar al-Yamamah.

Muhammad Quraish Shihab. (2021). Lentera Hati, Pijar Hikmah dan Teladan Kehidupan. Lentera Hati.

Nelli, J., & Jaafar, N. E. (2023). Kontekstualisasi Hadis Anjuran Menikah Dan Relevansinya Dengan Batas Usia Menikah Di Indonesia. An-Nida’, 47(1), 78. https://doi.org/10.24014/an-nida.v47i1.23161

Pradana, A. W., & Hidayatullah, M. S. (2022). Analisis Diakronis dan Sinkronis dalam Studi Linguistik Historis. Jurnal Bahasa Dan Sastra, 18 (3).

Prasetia, R. (2023). Struktur Narasi dan Relasi Sintagmatik dalam Kisah-Kisah Kenabian: Sebuah Kajian Semiotik. Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur’an Dan Tafsir, 8.

Rahman, F., & Hidayat, A. (2022). Reinterpretasi Makna Al-Ba’ah dalam Hadis Nikah: Studi Komparatif Antara Tafsir Klasik dan Kontemporer. Jurnal Living Hadis, 7.

Sania, S. H. (2023). Analisis Semiotik Ferdinand De Saussure Terhadap QS. al-Taubah (9): 123. PAPPASANG, 5(1), 12–30. https://doi.org/10.46870/jiat.v5i1.535

Sari, D. P., & Wulansari, D. (2021). Kematangan Emosi dan Komunikasi Interpersonal Sebagai Prediktor Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Menikah Dini. Jurnal Psikologi Udayana, 8.

Saussure, F. De. (2021). Kuliah Umum Lingusitik (Cours de Linguistique Generale) (Tia Stiadi (ed.); Cetakan.1). IRSCiSoD.

Wahyudin, W. (2023). Landasan Penelitian Kualitatif. Penerbit Litnus.

Zayd, N. H. A. (2017). Mafhūm al-Naṣṣ: Dirāsah fī ’Ulūm al-Qur’ān. Al-Markaz al-Tsaqafi al-Arabi.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Ihsanuddin, Nurun Najwah, & Aminuddin. (2025). Rekontekstualisasi Makna Istathā’a dalam Hadis Anjuran Menikah Melalui Pendekatan Semiotika Ferdinand de Saussure. Jawahir Al-Ahadis, 1(2), 167–182. Retrieved from https://ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/jawahir/article/view/10442

Citation Check

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.