Evaluasi Dampak Pariwisata Masjid Raya Al-Mashun Kota Medan
DOI:
https://doi.org/10.30983/musafir.v2i1.11152Keywords:
Dampak pariwisata, Masjid Raya Al-Mashun, Teori T=W-DAbstract
Arsitektur yang megah membuat Masjid Raya Al-Mashun tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat sosial dan budaya. Namun keindahan tersebut belum berjalan maksimal jika lingkungan masih belum terjaga dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak pariwisata Masjid Raya Al-Mashun Kota Medan. Menggunakan kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan responden yang diambil secara acak yang pernah berkunjung ke Masjid Raya Al-Mashun sebanyak 100 orang dengan memakai pengukuran skala likert. Sumber data dari penelitian terdahulu, buku, jurnal ilmiah, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori T=W-D yang dikembangkan oleh Universitas Kyushu Jepang. Hasil penelitian ini adalah evaluasi dampak pariwisata Masjid Raya Al-Mashun di Kota Medan dilakukan dengan melihat dampak sosial budaya dan lingkungan. Dampak sosial budaya harus terus dijaga agar stabil pada euphoria yaitu dengan cara selalu menjaga dan menghormati nilai-nilai sejarah yang ada di Masjid Raya. Sikap saling menghargai dan menghormati keberagaman yang ada. Menjaga nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat, dan saling menjaga lingkungan agar tetap nyaman dan bersih. Dampak lingkungan dari Masjid Raya Al-Mashun bernilai positif yaitu 2431 sekitar 24% yang berarti memiliki nilai keberlanjutan yang positif.References
Amalia, R., & Budi, S. (2022). Kolaborasi dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Indonesia, 10(2), 150–165.
Ayu, D., & Sri, D. (2022). Interaksi dan Dampak Sosial Budaya dalam Pengembangan Pariwisata. Jurnal Sosiologi USK: Media Pemikiran Dan Aplikasi, 16(1), 42–55.
Dananjaya, A. G. (2024). Dampak Pariwisata Massal pada Sosial Ekologis Ibu Kota Nusantara dalam Konteks Keberlanjutan. Sadar Wisata: Jurnal Pawirisata, 7(2), 65–81. https://doi.org/10.32528/sw.v8i1.3297
Iskandar, M. I., Hasibuan, B., & Nahas, A. (2025). Dampak Pembangunan Pariwisata Terhadap Ekonomi dan Budaya Lokal : Tantangan dan Solusi untuk Pengelolaan Berkelanjutan. 4(3), 5778–5782.
Kawase, H. (2005). Architecture of Habitat System for Sustainable Development. Kyushu University: Japan.
Kusumawanto, A., & Astuti, Z. B. (2014). Arsitektur Hijau dalam Inovasi Kota (p. 44). Yogyakarta: UGM Press.
Kusumawanto, I. A. (2013). Penerapan Arsitektur Hijau dalam Pengembangan Kawasan. 1–10.
Lazuardina, A., & Ghassani, S. A. (2023). Dampak Pariwisata Terhadap Masyarakat Lokal Di Kawasan Wisata (Desa Ciburial Kabupaten Bandung). Journals ITB, 1–6.
Nugroho, A. (2020). Dampak Budaya Pariwisata Terhadap Masyarakat Lokal. Jurnal Sosial Dan Budaya, 8(1), 45–58.
Raditya, D. F., Ayu, D., Lily, M., & Subrata, I. M. (2024). Dampak Pariwisata Terhadap Ekonomi dan Sosial Budaya Masyarakat di Desa Wisata Kenderan. Journal of Applied Science in Tourism Destination, 2(1), 1–9. https://doi.org/10.52352/jastd.v2i1.1450
Rahmat, K. D. (2021). Konsep Pariwisata Berkelanjutan dalam Pelestarian Cagar Budaya. Jurnal Pariwisata Terapan, 5(1), 26–37.
Rosyidin, A. L., Jayakusuma, D. R., Alhikami, A., Agustina, C., & Wijayanti, I. (2024). Dampak Pariwisata Terhadap Kondisi Perubahan Sosial Masyarakat Suranadi. WISSEN : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 2(3), 271–280.
Sugiarto, E. (2021). Dampak Sosial Pariwisata di Kampung Turis Prawirotaman: Sebuah Kajian Literatur. Pringgitan, 2(2), 114–130.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nency Ayu Wandira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
