Tradisi Ziarah ke Makam Leluhur: Kasus Pejabat Muslim di Madiun (2018-2024)

Authors

DOI:

https://doi.org/10.30983/musafir.v2i1.11168

Keywords:

Tradisi Ziarah, Makam Leluhur, Pejabat Muslim, Madiun

Abstract

Madiun merupakan sebuah wilayah di bagian timur Pulau Jawa, berdiri sekitar 458 tahun lalu dengan nama Purabaya, dan beberapa kali mengalami pergantian fase kerajaan Islam, di antaranya Demak, Pajang, dan Mataram. Selanjutnya beralih ke tangan Pemerintah Hindia Belanda dengan berbagai dinamika politik, hingga puncaknya terpisah menjadi dua pemerintahan, yaitu Kabupaten Madiun dan Kota Madiun. Di sisi lain, kegiatan ziarah ke makam para leluhur sebagai tradisi keagamaan yang diajarkan oleh orang-orang zaman dulu, begitu mengakar kuat di kalangan masyarakat muslim Madiun tak terkecuali pejabat pemerintahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana peran pejabat muslim di Madiun dalam melestarikan tradisi ziarah ke makam para leluhur yang mempunyai andil dalam membangun Madiun pada masa lampau. Metode yang digunakan adalah sejarah, adapun tahapannya terdiri atas heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi (penafsiran), dan penulisan. Berikutnya pendekatan sosiologi agama untuk menganalisis hubungan antara agama dengan pejabat pemerintah, serta diperkuat teori peranan sosial oleh Erving Goofman untuk menjelaskan peran pejabat pemerintah di Madiun dalam mengajak masyarakatnyaa agar ikut melestarikan tradisi ziarah ke makam para leluhur. Selain itu, teori tindakan sosial oleh Max Weber untuk menguraikan beberapa temuan mengenai tujuan melakukan ziarah, seperti mengenang jasa para pemimpin sebelumnya yang telah mengabdi untuk kemakmuran masyarakat Madiun, serta memohon doa restu agar diberi kelancaran selama mengemban tugas di pemerintahan.

References

Adam, Lucien. “Geschiedkundige Aanteekeningen omtrent de Residentie Madioen. VII: De Java-Oorlog (1825-1830).” Djåwå: Tijdschrift van het Java-Instituut, 20e Jaargang No. 1, Mei 1941, hlm. 226–246.

Al-Ayyubi, M. Z., & Munif, M. (2021). Ziarah Kubur Perspektif Pendekatan Historis-Sosiologis dan Kontekstualisasinya dalam Kehidupan Kotemporer. Jurnal Studi Hadis Nusantara, 3(1), 75–88. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/2276386

Al-Fakir, S. (2015). Babad Kesultanan Demak Bintoro, Pajang, dan Mataram. Demak: Galang Ideapena.

Burke, P. (1993). History and Social Theory. New York: Cornell University Press.

Chairul, A. (2019). Kearifan Lokal dalam Tradisi Mancoliak Anak pada Masyarakat Adat Silungkang. Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, 5(2), 172–188. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/1275148

Darwis, R. (2017). Tradisi Ngaruwat Bumi dalam Kehidupan Masyarakat: Studi Deskriptif Kampung Cihideung Girang Desa Sukakerti Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang. Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya, 2(1), 75–83. https://doi.org/10.15575/rjsalb.v2i1.2361

Dhevi, Fitriya, & Toto Widiharto. “Madiun - Makam Pangeran Timur Bupati Pertama Madiun | Tunjung Budoyo (Eps.10 Part 1),” 17 Juni 2019. Akses 18 Oktober 2018. https://www.youtube.com/watch?v=JULp7AuzEGc

Ermawati, Rohmah. “Ziarah ke Makam Taman dan Kuncen Awali Perayaan HUT ke-101 Kota Madiun,” 19 Juni 2019. Akses 18 Oktober 2022. https://www.solopos.com/ziarah-ke-makam-taman-dan-kuncen-awali-perayaan-hut-ke-101-kota-madiun-999664

Graaf, H. J. de, & Pigeaue, Th. G. T. (1989). Kerajaan-kerajaan Islam Pertama di Jawa: Kajian Sejarah Politik Abad ke-15 dan ke-16. Terjemahan oleh Pustaka Utama Grafiti dan KITLV. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Ham, O. H. (2019). Madiun dalam Kemelut Sejarah: Priayi dan Petani di Keresidenan Madiun Abad XIX. Edisi Revisi. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Haryadi, L. F., & Safinah. (2020). Tradisi Ziarah Kubur dalam Pendekatan Sejarah. Al-Hikmah: Jurnal Studi Islam, 1(1), 115–126.

Huda, T. F. (2016). Pemanfaatan Petilasan Macan Putih sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal bagi Generasi Muda. Historia: Jurnal Pembelajaran Sejarah dan Sejarah UM Metro, 4(1), 53–62. https://ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/sejarah/article/view/482

Kastolani, & Yusof, A. (2016). Relasi Islam dan Budaya Lokal: Studi tentang Tradisi Nyadran di Desa Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 4(1), 51–74. https://doi.org/10.21274/kontem.2016.4.1.53-74

Latif, M., & Usman, Muh. I. (2021). Fenomena Ziarah Makam Wali dalam Masyarakat Mandar. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 19(2), 247–263. https://doi.org/10.18592/khazanah.v19i2.4975

Madjid, M. D., & Wahyudhi, J. (2014). Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar. Jakarta: Kencana.

Mahamid, M. N. L. (2022). Karesidenan Madiun 1896-1942: Kiprah Penguasa Belanda dalam Modernisasi Administrasi hingga Perubahan Sosial-Politik. Yogyakarta: KBM Indonesia.

Mahamid, M. N. L. (2023). Politik Pendidikan Hindia Belanda: Studi Kebijakan Residen Madiun (1934-1941). Tesis pada Program Studi Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Margana, S., dkk. (2018). Madiun: Sejarah Politik dan Transformasi Kepemerintahan dari Abad XIV hingga Awal Abad XXI. Madiun: Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun bekerja sama dengan Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Ma’ruf, Moh. A. (2021). Tradisi Ziarah dalam Perspektif Hadis Nabi: Living Hadis di Peziarahan Kapal Bosok Kp. Darangong Kel. Curugmanis Kec. Curug Kota Serang. Holistic Al-Hadis: Jurnal Studi Hadis, Keindonesiaan, dan Integrasi Ilmu, 7(1), 49–68. https://doi.org/10.32678/holistic.v7i1.5289

Mayer, L. Th., & Moll, J. F. A. C. van. (1909). De sĕḍĕkahs en slamĕtans in de desa en de daarbij gewoonlijk door den Javaan gegeven andere festiviteiten. Semarang-Soerabaja: G.C.T van Dorp & Co. www.delpher.nl.

Mirdad, J., Helmina, & Admizal, I. (2022). Tradisi Ziarah Kubur: Motif dan Aktivitas Penziarah di Makam yang Dikeramatkan. Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 12(1), 64–79. https://doi.org/10.15548/khazanah.v12i1.643

Olthof, W. L. (2017). Babad Tanah Jawi: Mulai Nabi Adam sampai Pangeran Purbaya. Yogyakarta: Narasi.

Pemerintah Daerah Tingkat II Madiun. (1980). Sejarah Kabupaten Madiun. Madiun: Pemerintah Kabupaten Madiun.

Pemerintah Kabupaten Madiun. “Bupati Madiun Ziarah ke Beberapa Makam Bupati Pendahulu,” 13 Juli 2020. Akses 18 Oktober 2022. https://madiunkab.go.id/bupati-madiun-ziarah-ke-beberapa-makam-bupati-pendahulu/

Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun. “Ziarah Makam Putri Adipati Madiun di Kota Gede Yogyakarta,” 28 Juli 2020. Akses 19 Oktober 2022. https://pn-madiunkab.go.id/ziarah-makam-putri-adipati-madiun-pertama-di-kota-gede-yogyakarta/

Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2010. (2010). https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/5072/pp-no-52-tahun-2010

Sari, N. I., Wajdi, F., & Narulita, S. (2018). Peningkatan Spiritualitas melalui Wisata Religi di Makam Keramat Kwitang Jakarta. Jurnal Studi Al-Qur’an, 14(1), 44–58.

Sari, S. W. (2016). Pergeseran Nilai-nilai Religius Kenduri dalam Tradisi Jawa oleh Masyarakat Perkotaan. Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah, 4(1), 1–17. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFKIP/article/view/28789/27747

Siamunir (72 tahun). Juru Kunci Makam Kuno Kuncen Madiun. Wawancara oleh Mochammad Nginwanun Likullil Mahamid, tanggal 24 Agustus 2020.

Soekanto, S. (1993). Kamus Sosiologi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Staatsblad van Nederlandsch-Indië no. 326. (1918). Arsip Nasional Republik Indonesia.

Subri. (2017). Ziarah Makam antara Tradisi dan Praktek Kemusyrikan. Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan, 3(1), 67–87. https://rumahjurnal.iainsasbabel.ac.id/edu/article/view/684

Sylviana, Z. (2018). Ziarah: Antara Fenomena Mistik dan Komunikasi Spiritual. Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi, dan Pemikiran Hukum Islam, 10(1), 118–131. https://doi.org/10.30739/darussalam.v10i1.273

Tharaba, F. (2016). Sosiologi Agama: Konsep, Metode, Riset, dan Konflik Sosial. Malang: Madani.

Triatmoko, A., & Wibowo, A. M. (2012). Cagar Budaya Masjid Kuno Kuncen sebagai Ikon Wisata Sejarah dan Religi Kota Madiun. Agastya: Jurnal Sejarah dan Pembelajarannya, 2(2), 66–80. https://doi.org/10.25273/ajsp.v2i2.1461

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1950. (1950). http://jdih.banyuwangikab.go.id/dokumen/dok_lain/87264157-UU-No-12-Tahun-1950-Kabupaten-Di-Jatim1.pdf

Wahid, A. N., Sumarlam, & Subiyantoro, S. (2018). Tradisi Ziarah Makam Bathara Katong: Tinjauan Deskripsi Akulturasi Budaya. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 33(2), 215–222. https://doi.org/10.31091/mudra.v33i2.289

Weber, M. (1947). The Theory of Social and Economic Organization. Terjemahan dari bahasa Jerman ke bahasa Inggris oleh A. M. Henderson dan T. Parsons. New York: Oxford University Press.

Winoto, M., & Amaliyah. (2022). Kitab Mahkota Ziaroh. Banyumas: Pena Persada.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Mahamid, M. N. L. (2026). Tradisi Ziarah ke Makam Leluhur: Kasus Pejabat Muslim di Madiun (2018-2024). MUSAFIR : Journal of Islamic Tourism and Pilgrimage, 2(1), 13–26. https://doi.org/10.30983/musafir.v2i1.11168

Issue

Section

Articles