Inclusive Da'wah and Interfaith Dialogue in Gus Iqdam's Religious Gatherings: A Case Study of Majelis Sabilu Taubah

Authors

  • Muh. Fatih Ahsan Maulana UIN Syekh Wasil Kediri, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30983/al-jamahiria.v4i1.10888

Keywords:

Dakwah Inklusif, Dialog Lintas Iman, Encounter, Pengajian, Toleransi Beragama.

Abstract

Abstrak Keberagaman agama di Indonesia menuntut model dakwah yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian ajaran Islam, tetapi juga mampu membangun relasi sosial yang inklusif dan dialogis di tengah masyarakat yang plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik dakwah inklusif dialogis berbasis interfaith encounter dalam pengajian Gus Iqdam di Majelis Sabilu Taubah serta kontribusinya terhadap penguatan toleransi beragama. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis interfaith encounter yang berlangsung secara alami dalam ruang pengajian, berbeda dengan kajian sebelumnya yang lebih berfokus pada dialog antaragama secara formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipatif terhadap dokumentasi pengajian di YouTube, media sosial, serta berbagai dokumentasi digital yang berkaitan dengan interaksi lintas agama. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Gus Iqdam dibangun melalui komunikasi dialogis, penggunaan bahasa yang egaliter, humor kontekstual, dan keterbukaan terhadap jamaah lintas agama sehingga pengajian menjadi ruang sosial-keagamaan yang memfasilitasi interfaith encounter. Temuan ini menegaskan bahwa dakwah inklusif berbasis komunikasi dialogis berkontribusi dalam membangun kepercayaan, kohesi sosial, dan toleransi antarumat beragama serta memperkaya kajian komunikasi dakwah di masyarakat multikultural.   Religious diversity in Indonesia calls for a model of da’wah that not only focuses on conveying Islamic teachings but also fosters inclusive, dialogical social relationships within a pluralistic society. This study aims to analyze the practice of inclusive, dialogical da’wah based on interfaith encounters in Gus Iqdam’s religious study sessions at Majelis Sabilu Taubah, and to examine its contribution to strengthening religious tolerance. The novelty of this study lies in its analysis of interfaith encounters that occur naturally within these study sessions, in contrast to previous studies that have focused more on formal interfaith dialogue. This study employs a qualitative case study design. Data were collected through non-participatory observation of recordings of religious study sessions on YouTube and social media, as well as various digital materials related to interfaith interactions. Data analysis used the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that Gus Iqdam’s da’wah is built through dialogic communication, the use of egalitarian language, contextual humor, and openness toward interfaith congregants, thereby transforming the religious lectures into a socio-religious space that facilitates interfaith encounters. These findings confirm that inclusive da'wah, based on dialogic communication, contributes to building trust, social cohesion, and tolerance among people of different faiths and enriches the study of da'wah communication in multicultural societies.

References

Adi Setiawan, D., & Musyafa’, M. (2021). Konsep Dakwah Bi Al-Hikmah Wa Al-Basirah Perspektif KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi. KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin, 11(2). https://doi.org/10.36781/kaca.v11i2.129

Ahmad, Z., & Al-Hakim, L. (2021). Pemikiran Gus Dur Dalam Kehidupan Pluralitas Masyarakat Indonesia. Islamika Inside: Jurnal Keislaman Dan Humaniora, 7(2), 167–197.

Alshaar, N. (2024). Muslim Sicily: Encounters and Legacy. https://doi.org/10.1515/9781399536837

Anas, M., Saraswati, D., Ikhsan, M. A., & Fiaji, N. A. (2025). Acceptance of “the Others” in Religious Tolerance: Policies and Implementation Strategies in the Inclusive City of Salatiga, Indonesia. Heliyon, 11(2). https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2025.e41826

Ardana. (2025). Gus Iqdam Nyanyi Lagu Mangu karena 2 Wanita Non Muslim ini Cinta Beda Agama. https://www.youtube.com/watch?v=JfTv2iooHQM

Barjah. (2024). Indeks Kerukunan Umat Beragama 2024 Naik Jadi 76,47. Kementerian Agama Republik Indonesia. https://kemenag.go.id/nasional/indeks-kerukunan-umat-beragama-2024-naik-jadi-76-47-wG2qs

Berkah, N. (2025a). IBU SARTIYAH NON MUSLIM DARI SALATIGA NEKAT IKUT RUTINAN GUS IQDAM. https://www.youtube.com/watch?v=v6udB6QGA0M

Berkah, N. (2025b). NONIS CANTIK INI HADIRI PENGAJIAN GUS IQDAM DENGAN SEMANGAT. https://www.youtube.com/watch?v=uHJ8H8HyGf4

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.

Hamid, A. (2024). Dakwah Tanpa Batas: Membawa Pesan Islam ke Penjuru Dunia. Inara Publisher.

Judijanto, L., Siminto, S., & Rahman, R. (2024). The Influence of Religious Beliefs and Religious Practices on Social Cohesion in Modern Society in Indonesia. The Eastasouth Journal of Social Science and Humanities, 1(3). https://doi.org/10.58812/esssh.v1i03.276

Musthofa, Q. (2023). Gus Iqdam’s Interpretation of the Hadith about Loving Science and Ulama’ at the Sabilu Taubah Assembly. Jurnal Living Hadis, 8(2), 123–138. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2023.4669

Official, G. I. (2025). Bukan Harta, Inilah Kunci Ketenangan Hidup yang Sebenarnya – Gus Iqdam (Cuplikan). https://www.youtube.com/watch?v=sZy0_IzACDM

Pusat, S. (2025). GUS IQDAM TERBARU - TERKEJUT TERNYATA YANG NGUNDANG NON MUSLIM. https://www.youtube.com/watch?v=bu_sl94o2nQ

Ridla, M. R., Rifa’i, A., & Suisyanto. (2017). Pengantar Ilmu Dakwah: Sejarah, Perspektif, dan Ruang Lingkup. In Metode Dakwah. Penerbit Samudra Biru.

Rofiq, M. (2023). Pendekatan Komunikasi Massa Dalam Dakwah Gus Iqdam di Majelis Taklim Sabilu Taubah Blitar. JADID: Journal of Quranic Studies and Islamic Studies, 3(September), 45–60. https://ejournal.unkafa.ac.id/index.php/JADID/article/view/709

Rosyad, R., Mubarok, M. F. Z., Rahman, M. T., & Huriani, Y. (2021). Toleransi Beragama dan Harmonisasi Sosial. Lekkas.

Rusyad, D. (2021). Ilmu Dakwah: Suatu Pengantar.

Siswanto, H. (2025). Nilai Pendidikan Multikultural Dalam Kurikulum Aswaja NU. Al-Muttaqin: Jurnal Studi, Sosial, Dan Ekonomi, 6(1). https://doi.org/10.63230/almuttaqin.v6i1.229

Tavory, I. (2023). A Theory of Intersubjectivity: Experience, Interaction and the Anchoring of Meaning. Theory and Society, 52(5). https://doi.org/10.1007/s11186-022-09507-y

Trianto, R. (2022). Implementasi Metode Dakwah Bil-Hal di Majelis Dakwah Bil-Hal Miftahul Jannah Bogoran Kampak Trenggalek. An-Nida’: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 10(2).

Wahid, A. (2024). Moderasi Beragama dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam: Implementasi dalam Pendidikan Multikultural di Indonesia. Scholars, 2(1), 29–36. https://doi.org/10.31959/js.v2i1.2367

Zaid, H., Sudiana, Y., & Wibawa, R. S. (2021). Teori Komunikasi dalam Praktik. Zahira Media Publisher.

Zakariah, M. A., & Afriani, V. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, Action Research, Research and Development. Madani Media.

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

Muh. Fatih Ahsan Maulana. (2026). Inclusive Da’wah and Interfaith Dialogue in Gus Iqdam’s Religious Gatherings: A Case Study of Majelis Sabilu Taubah. Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi Dan Dakwah Islam, 4(1), 32–43. https://doi.org/10.30983/al-jamahiria.v4i1.10888

Citation Check