Resiliensi Larangan Perkawinan Antarwarga Nagari Singkarak dengan Saniangbaka Prespektif Saddu Al Dzari'ah
Keywords:
Resilience, Marriage Prohibition, Saddu al-Dzari'ahAbstract
The prohibition of marriage between residents of Nagari Singkarak and Nagari Saniangbaka is a social tradition that remains strong to this day. This prohibition stems from the historical belief that the ancestors of both nagari came from the same father, albeit different mothers, and are therefore considered to be closely related. This study aims to examine the factors that cause this prohibition to remain in place and analyze them from the perspective of saddu al-dzari'ah, a concept in Islamic law that aims to prevent harm. This study uses a qualitative method with a normative-sociological approach through interviews with various parties from the local community, supported by reference data from relevant books and articles. The results show that this marriage prohibition persists because of the witnesses required for violators and its relevance to the principle of saddu al-dzari'ah, as it aims to prevent things that can cause social and moral harm, such as kinship conflicts, social tensions, and violations of the sanctity of blood relations. The community's determination to uphold this prohibition reflects the resilience of traditions combined with Minangkabau religious and cultural values. Although some people feel disappointed because the prohibition limits their freedom to choose a life partner, in general, the community considers that this provision brings mutual benefit. Thus, the prohibition of marriage between residents of Singkarak and Saniangbaka can be understood as an implementation of the principle of saddu al-dzari'ah in a socio-cultural context that aims to maintain the honor, friendship, and social stability of the community.
Larangan perkawinan antarawarga nagari Singkarak dengan warga nagari Saniangbaka merupakan tradisi sosial yang masih bertahan kuat hingga kini. Larangan ini berakar dari keyakinan sejarah bahwa nenek moyang kedua nagari tersebut berasal dari ayah yang sama, meskipun berbeda ibu, sehingga dianggap memiliki hubungan kekerabatan dekat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor penyebab bertahannya aturan larangan tersebut dan menganilisisnya dalam perspektif saddu al-dzari‘ah, yakni konsep dalam hukum Islam yang bertujuan menutup jalan menuju kemudaratan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan normatif-sosiologis melalui wawancara dengan berbagai pihak dari masyarakat setempat, serta didukung dengan data referensi dari kitab, artikel dan sumber-sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larangan perkawinan ini tetap bertahan karena adanya saksi yang diterapkan bagi pihak pelanggar dan memiliki dasar hukum yaitu prinsip saddu al-dzari‘ah, karena bertujuan mencegah terjadinya hal-hal yang dapat menimbulkan kemudaratan sosial dan moral, seperti konflik kekerabatan, ketegangan sosial, dan pelanggaran terhadap nilai-nilai kesucian hubungan darah. Keteguhan masyarakat dalam mempertahankan larangan ini mencerminkan adanya resiliensi tradisi yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan dan adat Minangkabau. Meskipun terdapat sebagian pihak yang merasa kecewa karena larangan tersebut membatasi kebebasan dalam memilih pasangan hidup, namun secara umum masyarakat menilai bahwa ketentuan ini membawa kemaslahatan bersama. Dengan demikian, larangan perkawinan antar warga nagari Singkarak dan Saniangbaka dapat dipahami sebagai bentuk implementasi prinsip saddu al-dzari‘ah dalam konteks sosial budaya yang bertujuan menjaga kehormatan, silaturahmi dan stabilitas sosial masyarakat.
References
Adenan, Faezy, Nurul Hanani Fadzi, Al-Aswa Ab Latif, Muhammad Hamizan Ab Hamid, Mohd Izzat Amsyar Mohd Arif, and Muhammad Syahrul Deen Ahmad Rosli. “Dharuriyat Al-Khams and Its Relation to the Protection of the Environment Dharuriyat Al-Khams Dan Hubungannya Dengan Menjaga Alam Sekitar.” Al-Qanatir: International Journal of Islamic Studies 30, no. 2 (2023): 42. http://al-qanatir.com.
Annisa, Firda. “Tahlilan Sebagai Sinkronisasi Agama Dan Budaya.” Sahaja: Journal Shariah And Humanities 1, no. 2 (2022): 108. https://doi.org/10.61159/sahaja.v1i2.22.
Aryanti, Yosi. “Hubungan Tingkatan Maslahah Dalam Maqashid Al-Syari’ah (Maslahah Al-Dharuriyat, Al-Hajiyat, Al-Tahsiniyat Dengan Al-Ahkam Al-Khamsah).” El Rusyd 2, no. 2 (2017): 45.
Asy’ari, M. Rifaki. “Mashlahah Dalam Maqasid Syari’ah.” Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir Dan Pemikiran Islam 3, no. 1 (2022): 7.
Azizah, Azzah Sayyidah Ikhwana, Muhamad Ariel Syahroni, Ahmad Hasan Alfaizin, Sayfuddin Musa, Nur Lailatul Faizah, and Iva Inayatul Ilahiyah. “Yasin Dan Tahlil Sebagai Pilar Spiritual Di Desa Tebel Bareng Jombang.” Jurnal Sains Student Research 3, no. 5 (2025): 191.
Faizah, Khairani. “Kearifan Lokal Tahlilan-Yasinan Dalam Dua Perspektif Menurut Muhammadiyah.” Aqlam: Journal of Islam and Plurality 3, no. 2 (2018): 216. https://doi.org/10.30984/ajip.v3i2.722.
Fauzi. “Akulturasi Dalam Penyelenggaraan Kenduri Kematian Di Desa Pondok Beringin Kabupaten Kerinci: Satu Kajian Deskriptif.” Al-Qisthu 15, no. 2 (2017): 20.
Febriadi, Sandy Rizki. “Aplikasi Maqashid Syariah Dalam Bidang Perbankan Syariah.” Amwaluna: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Syariah 1, no. 2 (2017): 233. https://doi.org/10.29313/amwaluna.v1i2.2585.
Ghulam, Zainil. “Implementasi Maqashid Syariah Dalam Koperasi Syariah.” Iqtishoduna 5, no. 1 (2016): 95.
Hambari, and Quroh Ayuniyyah. “Pemisahan Maqashid Syariah Dari Ilmu Ushul Fiqh Dan Pengaruhnya Pada Penetapan Hukum Islam Kontemporer.” Mizan: Journal of Islamic Law 6, no. 1 (2022): 11. https://doi.org/10.32507/mizan.v6i1.1200.
Hamdani. “Negara Sejahtera Dalam Perpsektif Maqashid Syariah.” Al-Mabsut 14, no. 1 (2020): 28.
Hodairiyah, Wakit Abdullah Rais, and Dwi Purnanto. “Makna Kultural Tradisi Lemas Dalam Selamatan Kematian Masyarakat Aeng Tong-Tong , Saronggi , Sumenep : Kajian Etnolinguistik.” Prosiding Seminar Nasional Linguistik Dan Sastra (SEMANTIKS) SBN: 978-6, no. January (2019): 303.
Islam, Mohammad Rasikhul. “Pembagian Maqashid Al-Syari’ah Berdasarkan Pengaruhnya Terhadap Umat Manusia (Dharuriyyat, Hajiyyat Dan Tahsiniyat).” Celestial Law Journal II, no. 1 (2024): 100.
Kadir, Afifuddin, Miftahur Rahman Hakim, Fahmi Syam, and Murdiansah SA Karim. “Pengunaan Dana Zakat Pada Korban Covid-19 Perspektif Maqashid Syariah.” Al-Tafaqquh: Journal of Islamic Law 1, no. 2 (2020): 114.
Khusna, Eva Rohmatul, Tri Amal Fahri, Muh. Rifa’i, and Imam Rohani. “Penanaman Nilai Ukhuwah Islamiyah Masyarakat Melalui Kegiatan Yasinan Di Ngrayun-Baosan Lor.” Jurnal ISC: Islamic Science Community 2, no. 1 (2023): 27.
Kurniawan, Agung, and Hamsah Hudafi. “Konsep Maqashid Syariah Imam Asy-Syatibi Dalam Kitab Al-Muwafaqat.” Al -Mabsut 15, no. 1 (2021): 33.
Kurniawan, Rahmat, and Suharman Suharman. “Solidaritas Sosial Dalam Tradisi Samadiyah Di Tengah Masyarakat Islam Di Desa Meunasah Krueng Kecamatan Ingin Jaya.” Jurnal Al-Ijtimaiyyah 8, no. 1 (2022): 87. https://doi.org/10.22373/al-ijtimaiyyah.v8i1.12910.
Kusnawati. “Perspektif Hukum Islam Terhadap Praktik Sedekah Dalam Adat Kematian Sasak Di Desa Karang Bayan Kecamatan Lingsar.” Mu’amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah 7, no. 2 (2015): 27.
Makhsun, Slamet. “Hegemoni Dan Relasi Kuasa: Studi Kasus Tahlilan Di Dusun Gunung Kekep.” Komunitas: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 12, no. 2 (2021): 19. https://doi.org/10.20414/komunitas.v12i2.4301.
Mas’ari, Ahmad, and Syamsuatir. “Tradisi Tahlilan : Potret Akulturasi Agama Dan Budaya Khas Islam Nusantara Tradition Tahlilan.” Kontekstualiata: Jurnal Penelitian Sosial Dan Keagamaan 33, no. 1 (2017): 80.
Miswanto, Agus. Ushul Fiqh: Metode Ijtihad Hukum Islam. Yogyakarta: Magnum Pustaka Utama, 2019.
Muhammad Firdaus. “Tradisi Tahlilan Pada Masyarakat Banjar.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory 3, no. 1 (2025): 535. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i1.962.
Muji, and Anisa Lutvi Mahfurin. “Tahlilan And Yasinan In The Framework Of Islamic Law: The Perspective Of’Urf As A Justification For Local Traditions.” Kiswah Jurnal Of Islamic Studies And Education 1, no. 1 (2025): 11.
Mukarromah, H. “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Genduren Pada Masyarakat Desa Trimo Rejo.” Jurnal Pendidikan Islam Dan Budaya 9, no. 1 (2022): 47.
Mukhlas Abrar. Teknik Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif Suatu Pengantar. Jambi: UNJA Publisher, 2024.
Mustofa, Muhamad Bisri, Rahmat Iqbal, Aan Budianto, and Nur Hidayat. “Integrasi Tradisi Literasi Keagamaan ( Yasinan ) Dalam Terciptanya Budaya Kerukunan Masyarakat.” Nusantara Journal of Information and Library Studies 5, no. 1 (2022): 55.
Nursalim, Eko, Satriah Satriah, and Hasan Hasan. “Pendampingan Tradisi Yasinan Dan Tahlilan Dalam Membentuk Sikap Berbakti Kepada Orang Tua Di Musholla Miftahul Ulum Sangatta.” Al-Khidma: Jurnal Pengabdian Masyarakat 4, no. 2 (2024): 68. https://doi.org/10.35931/ak.v4i2.2750.
Purwaningsih, Sri, and Hazim Ahrori. “Yasinan Dan Tahlilan Sebagai Strategi Dakwah Pada Jamaah Yasin Dan Tahlil Masjid Sabilil Mustaqim Desa Jimbe Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo.” Journal of Community Development and Disaster Management 1, no. 2 (2019): 95. https://doi.org/10.37680/jcd.v1i2.741.
Rashid, Fathor. Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Teori, Metode, Dan Praktek. Kediri: IAIN Kediri Press, 2022.
Rozi, Fahrur, Tutik Hamidah, and Abbas Arfan. “Konsep Maqashi Syari’ah Perspektif Pemikiran Al-Juwaini Dan Al-Ghazali.” Iqtisodina: Jurnal Ekonomi Syari’ah Dan Hukum Islam 5, no. 1 (2022): 58.
Shodiq, A. “Maqashid As-Syariah Perspektif Imam Al-Ghazali; Studi Literasi Maslahah Mursalah.” Moderasi: Journal of Islamic Studies 2, no. 2 (2020): 140.
Silalahi, Dumaris E. Metode Penelitian Kualitaf. Jawa Tengah: CV. Tahta Media Group, 2023.
Tahir, Tarmizi, Syeikh Hasan, and Abdel Hamid. “Maqasid Al-Syari ’ Ah Transformation Implementation for Humanity In.” Ihya’ ’Ulum Al-Din 26, no. 1 (2024): 123.
Tarantang, Jefry, Siah Khosyi’ah, and Usep Saepullah. “Filosofi ’Illat Hukum Dan Maqashid Syari’ah Dalam Perkawinan Beda Agama.” Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat 19, no. 1 (2023): 49. https://doi.org/10.23971/jsam.v19i1.6318.
Wahid, Abd. “Reformasi Maqashid Syariah Klasik Menuju Perspektif Kontemporer.” Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata Islam 9, no. 2 (2018): 222. https://doi.org/10.36835/syaikhuna.v9i2.3260.
Wahyudi, Agung. “Tradisi Slamatan Atau Yasinan Manifestasi Nilai Sosial Keagamaan Di Kedurang.” GHAITSA : Islamic Education Journal 5, no. 1 (2024): 116. https://doi.org/10.62159/ghaitsa.v5i1.1335.
Wiguna, Satria, and Ahmad Fuadi. “Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi Tahlilan Di Desa Batu Melenggang Kecamatan Hinai.” Thawalib: Jurnal Kependidikan Islam 3, no. 1 (2022): 17. https://doi.org/10.54150/thawalib.v3i1.27.
Yamamah, Ansari. “Discourse on Universal Religious Values: A Contemporary Paradigm from an Islamic Transitive Perspective.” Journal of Al-Tamaddun 17, no. 2 (2022): 99. https://doi.org/10.22452/JAT.vol17no2.8.
Zahra, Fatimatuz. “Pelestarian Tradisi Yasinan Dan Marhabanan Sebagai Wujud Moderasi Beragama Dalam Kegiatan KKN ( Catatan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Desa Tegalgirang Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu ).” Kusuma: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 01, no. 01 (2024): 25.
Zainuddin, Ahmad, and Faiqotul Hikmah. “Tradisi Yasinan (Kajian Living Qur’an Di Ponpes Ngalah Pasuruan).” Mafhum : Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir 4, no. 1 (2019): 9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Mailiza Fitria, Zhaky Kastia Rahmadhan, Rahmad Gunawan, Beni Firdaus, Iti Septi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

