Paradigma Etis-Hermeneutis Integratif dalam Double Movement Fazlur Rahman: Pembacaan Kontekstual Hadis

Authors

  • muhammad ilham UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
  • Nunu Burhanuddin UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30983/jawahir.v2i1.11309

Keywords:

Hermeneutika, Double-Movement, Fazlur Rahman, konteksualisasi hadis

Abstract

Pembacaan kontekstual terhadap Hadis menjadi kebutuhan penting dalam studi Islam kontemporer, terutama ketika teks-teks keagamaan berhadapan dengan persoalan modern seperti keadilan gender, pluralitas agama, etika sosial, transformasi ekonomi, dan perubahan struktur kehidupan umat. Problem interpretasi sering muncul ketika ayat dan hadis dipahami secara literal, parsial, dan terlepas dari konteks historis kemunculannya. Dalam konteks tersebut, hermeneutika double movement Fazlur Rahman menawarkan pola pembacaan yang bergerak dari problem masa kini menuju konteks historis pewahyuan atau kemunculan hadis, kemudian kembali ke masa kini dengan membawa ideal moral yang ditemukan dari teks. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep, cara kerja, dan kontribusi double movement dalam pembacaan kontekstual Hadis, sekaligus merumuskan tawaran konseptual berupa paradigma etis-hermeneutis integratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan dengan pendekatan hermeneutis-konseptual. Data diperoleh dari literatur akademik yang membahas Fazlur Rahman, tafsir kontekstual, hermeneutika Islam, dan reinterpretasi hadis, kemudian dianalisis melalui analisis tematik-reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa double movement memiliki empat fungsi utama: mengoreksi pembacaan literal-atomistik, menempatkan historisitas teks sebagai jalan menemukan ideal moral, mengaktualisasikan nilai hadis dalam isu sosial modern, dan membuka ruang reinterpretasi hadis secara lebih adil melalui pembacaan sosio-historis. Kebaruan artikel ini terletak pada perumusan double movement bukan hanya sebagai metode tafsir, melainkan sebagai paradigma etis-hermeneutis integratif yang menghubungkan hadis sebagai horizon nilai moral universal dan Hadis sebagai artikulasi historis-profetik dari nilai tersebut. Dengan demikian, Hadis dapat dibaca secara saling menerangi, tetap otoritatif, dan responsif terhadap tantangan masyarakat kontemporer

References

Ahmad, H. (2023). Mapping neo-modern and postmodern Qur’ānic reformist discourse in the intellectual legacy of Fazlur Rahman and Mohammed Arkoun. Religions, 14(5), 595. https://doi.org/10.3390/rel14050595

Ahmed, S. K. (2024). The pillars of trustworthiness in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health, 2, 100051. https://doi.org/10.1016/j.glmedi.2024.100051

Ahmed, S. K., Mohammed, R. A., Nashwan, A. J., Ibrahim, R. H., Abdalla, A. Q., Ameen, B. M. M., & Khdhir, R. M. (2025). Using thematic analysis in qualitative research. Journal of Medicine, Surgery, and Public Health, 6, 100198. https://doi.org/10.1016/j.glmedi.2025.100198

Barsihannor, Ilham, M., Saputra, A. T., & Syatar, A. (2023). Abdullah Saeed’s construction of the hierarchy of values in the Qur’ān: A philosophical hermeneutic perspective. Journal of Islamic Thought and Civilization, 13(1), 119–132. https://doi.org/10.32350/jitc.131.09

Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. Sage. https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/thematic-analysis/book248481

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications. https://books.google.com/books/about/Qualitative_Inquiry_and_Research_Design.html?id=gX1ZDwAAQBAJ

Hafizzullah, Gustianda, N., Syaflinda, Dalil, F. Y. M., & Auliya, S. (2025). Reinterpreting hadiths on Muslim–non-Muslim relations through Fazlur Rahman’s double movement theory: A socio-historical approach. Islam Transformatif: Journal of Islamic Studies, 9(2), 164–185. https://doi.org/10.30983/islamtransformatif.v9i2.10265

Masodi. (2025). Interpretasi kontekstual ayat hutang (dain) dan relevansinya terhadap sistem transaksi keuangan modern masa kini: Kajian hermeneutika double movement Fazlur Rahman. International Conference on Islamic Economic (ICIE), 4(1), 22–41. https://doi.org/10.58223/icie.v4i1.398

Maulana, A., Azizah, H., Turmudi, A., Anam, S. R., Rinaldi, M. S., & Rosa, A. (2025). Building modern transformation through Fazlur Rahman’s double movement method in interpreting the Qur’an. Jurnal El-Thawalib, 6(6). https://doi.org/10.24952/el-thawalib.v6i6.17974

Nugroho, K., Kiram, M. Z., & Andriawan, D. (2023). The influence of hermeneutics in double movement theory (Critical analysis of Fazlurrahman’s interpretation methodology). QiST: Journal of Quran and Tafseer Studies, 2(3), 275–289. https://doi.org/10.23917/qist.v2i3.2531

Nurusshoumi, A., & Putra, G. A. (2026). Hermeneutika Al-Qur’an Hadis Fazlur Rahman. Ushuly: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 5(1), 103–117. https://doi.org/10.52431/ushuly.v5i1.4403

Rahmah, M. (2025). The double movement method from the perspective of Fazlur Rahman (A study of misogynistic hadiths and their implications). SETARA: Jurnal Studi Gender Dan Anak, 7(1), 99–123. https://doi.org/10.32332/jsga.v7i01.9960

Ritonga, A. W., Oktavera, H., & Ernawati. (2025). Reformulasi pemikiran Islam tradisional: Studi pemikiran Abdullah Saeed tentang Fazlur Rahman. Journal of Education and Social Culture, 1(2), 144–151. https://doi.org/10.58363/jesc.v1i2.11

Safitry, R. L. (2025). Surah al-Kāfirūn dan etika inklusif Islam: Pembacaan hermeneutika double movement Fazlur Rahman. Journal of Islamic Scriptures in Non-Arabic Societies, 2(3). https://doi.org/10.51214/jisnas.v2i3.1610

Said, H. A., Mukri, M., Anggriani, J., & Wakhid, A. A. (2025). Maqashid based Qur’anic interpretation: An inclusive approach for the millennial generation. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 9(2), 758–777. https://doi.org/10.22373/pdjqc552

Sulhadi, A. (2024). Recontextualizing Maqasid al-Shariah in contemporary Qur’anic exegesis: A comparative study of Jasser Auda and classical scholars. SAMAWAT: Journal of Hadith and Qur’anic Studies, 8(2), 29–39. https://ejournal.badrussholeh.ac.id/index.php/samawat/article/view/449

Umair, M., & Said, H. A. (2023). Fazlur Rahman dan teori double movement: Definisi dan aplikasi. Al-Fahmu: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 2(1), 71–81. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v2i1.26

Wahdah, Y. A. (2021). Hermeneutika double movement Fazlur Rahman dalam studi hadits. Al FAWATIH: Jurnal Kajian Al Quran Dan Hadis, 2(2), 30–43. https://doi.org/10.24952/alfawatih.v2i2.4841

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

ilham, muhammad, & Nunu Burhanuddin. (2026). Paradigma Etis-Hermeneutis Integratif dalam Double Movement Fazlur Rahman: Pembacaan Kontekstual Hadis. Jawahir Al-Ahadis, 2(1), 41–59. https://doi.org/10.30983/jawahir.v2i1.11309

Issue

Section

Articles

Citation Check