Pengolahan Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat di Nagari Lurah Ampalu Kecamatan Tujuah Koto Kabupaten Padang Pariaman
DOI:
https://doi.org/10.30983/dedikasia.v5i1.9363Keywords:
Cocopeat, coconut husk, growing mediaAbstract
Abundant coconut-husk waste in Nagari Lurah, Tujuah Koto Sub-district, Padang Pariaman Regency, remains under-utilised and contributes to environmental pollution. This community-engagement programme (PKM) aimed to increase the added value of coconut husks by converting them into cocopeat growing media. The implementation consisted of (1) training in husk sorting and shredding; (2) soaking, washing, drying, and sieving fibres to produce cocopeat powder; (3) assistance with physico-chemical feasibility testing; and (4) guidance on packaging and farmer-group-based marketing. The activity enabled residents to produce cocopeat with < 15 % moisture content and pH 5.6–6.2, meeting horticultural media standards. A trial run processing 50 kg of husks yielded approximately 25 kg of market-ready cocopeat, with a potential additional income of IDR 1,250,000 per production cycle. The project reduced organic waste accumulation, enhanced local technical skills, and fostered a new coconut-husk-based micro-enterprise.
Limbah sabut kelapa yang melimpah di Nagari Lurah, Kecamatan Tujuah Koto, Kabupaten Padang Pariaman, belum termanfaatkan secara optimal dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan nilai tambah sabut kelapa dengan mengolahnya menjadi cocopeat sebagai media tanam. Metode pelaksanaan meliputi (1) pelatihan pemilahan dan pencacahan sabut, (2) perendaman, pencucian, pengeringan, dan pengayakan serat untuk menghasilkan serbuk cocopeat, (3) pendampingan uji kelayakan fisik–kimia, serta (4) bimbingan pengemasan dan pemasaran berbasis kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga mampu memproduksi cocopeat dengan kadar air < 15 % dan pH 5,6–6,2, sesuai standar media tanam hortikultura. Produksi percobaan 50 kg sabut menghasilkan ± 25 kg cocopeat siap jual, berpotensi menambah pendapatan Rp1 250 000 per siklus produksi. Dampak kegiatan terlihat pada berkurangnya timbunan limbah organik, peningkatan keterampilan teknis masyarakat, dan lahirnya unit usaha baru berbasis sabut kelapa.
References
Amin, T. M., Jayadi, M. R., Arifiandi, Y., Belanosa, Y. K., Hadi, L. H., Dewanty, D. D., Novitasari, I., Pujiati, T., Rosida, F., Rizky, A., Setiawan, D. A., Mawan, F. D., Nurkholis, H., Tamrin, M., Irawan, R., Mahara, R., & Fajriaty, W. N. (2015). Penyuluhan dan pelatihan pengolahan sabut kelapa. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan, 4(2), 93–97. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/download/7903/6912
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Ar, M. M., Fauzi, M., Ahmad, S., Arendra, A., & Hidayat, K. (n.d.). Pengolahan Limbah Sabut Kelapa dan Siwalan Sebagai Produk Bernilai Tambah Di Desa Romben Barat Sumenep. 677–684.
Astuti, F., Pratapa, S., Suasmoro, S., Triwikantoro, T., & Cahyono, Y. (2023). Pengolahan Limbah Sabut Kelapa Menggunakan Mesin Pencacah dalam Upaya Pemanfaatannya sebagai Produk Tepat Guna di Desa Candimulyo - Dolopo - Madiun. Sewagati, 7(3), 1–6. https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i3.504
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Ardiatma, D. E. (2019). Kajian Sistem Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Di Pt Tokai Rubber Auto Hose Indonesia. Jurnal Teknologi Dan Pengelolaan Lingkungan, 6(2), 9–11.
Binaraesa, N. N. (2016). Nilai EC (Electro Conductivity) Berdasarkan Umur Tanaman Selada Daun Hijau (Lactuca sativa L.).
Hasriani, & D., K. (2013). Kajian Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat) Sebagai Media Tanam (Study Of Cocopeat As Planting Media).
Maitimu, D. K. (2018). Pengaruh Media Tanam Dan Konsentrasi AB Mix Pada Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleraceae var. botrytis L.) Sistem Hidroponik Substrat. Jurnal Produksi Tanaman, 6(4), 516–523.
Mustanir, A. A. (2019). Participatory Rural Appraisal (PRA) Sebagai Sarana Dakwah Muhammadiyah Pada Perencanaan Pembangunan Di Kabupaten Sidenreng Rappang. Prosiding Konferensi Nasional Ke-8 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (APPPTMA).
Nasution. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Tarsito.
Orsini, F. (2012). Technical Manual, Urban Vegetable Production.
Siregar, K. D. (2017). Pengembangan Produk Tanah Liat Melalui Pembuatan Hidroton Sebagai Media Tanam Hidroponik Berwawasan Lingkungan Dan Kesinambungan.
Sulistyawati, & M., M. (2019). Pendampingan Pembuatan Sistem Hidroponik Dan Pengolahan Sampah Organik. JPPM LPIP UMP, 3(1).
Sutardi. (2008). Kajian Waktu Panen Dan Pemupukan Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Asiatikosida Tanaman Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) Di Dataran Tinggi.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Jhon Fernos, Romi Susanto, Juarsa Badri, Henryanto Abaharis, Alfian, Yosep Eka Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

