Pengolahan Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat di Nagari Lurah Ampalu Kecamatan Tujuah Koto Kabupaten Padang Pariaman

Authors

  • Jhon Fernos Akademi Keuangan dan Perbankan Padang (AKBP), Padang, Indonesia
  • Romi Susanto Akademi Keuangan dan Perbankan Padang (AKBP), Padang, Indonesia
  • Juarsa Badri Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP, Padang, Indonesia
  • Henryanto Abaharis Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP, Padang, Indonesia
  • Alfian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi KBP, Padang, Indonesia
  • Yosep Eka Putra UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30983/dedikasia.v5i1.9363

Keywords:

Cocopeat, coconut husk, growing media

Abstract

Abundant coconut-husk waste in Nagari Lurah, Tujuah Koto Sub-district, Padang Pariaman Regency, remains under-utilised and contributes to environmental pollution. This community-engagement programme (PKM) aimed to increase the added value of coconut husks by converting them into cocopeat growing media. The implementation consisted of (1) training in husk sorting and shredding; (2) soaking, washing, drying, and sieving fibres to produce cocopeat powder; (3) assistance with physico-chemical feasibility testing; and (4) guidance on packaging and farmer-group-based marketing. The activity enabled residents to produce cocopeat with < 15 % moisture content and pH 5.6–6.2, meeting horticultural media standards. A trial run processing 50 kg of husks yielded approximately 25 kg of market-ready cocopeat, with a potential additional income of IDR 1,250,000 per production cycle. The project reduced organic waste accumulation, enhanced local technical skills, and fostered a new coconut-husk-based micro-enterprise.

 

Limbah sabut kelapa yang melimpah di Nagari Lurah, Kecamatan Tujuah Koto, Kabupaten Padang Pariaman, belum termanfaatkan secara optimal dan menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan nilai tambah sabut kelapa dengan mengolahnya menjadi cocopeat sebagai media tanam. Metode pelaksanaan meliputi (1) pelatihan pemilahan dan pencacahan sabut, (2) perendaman, pencucian, pengeringan, dan pengayakan serat untuk menghasilkan serbuk cocopeat, (3) pendampingan uji kelayakan fisik–kimia, serta (4) bimbingan pengemasan dan pemasaran berbasis kelompok tani. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga mampu memproduksi cocopeat dengan kadar air < 15 % dan pH 5,6–6,2, sesuai standar media tanam hortikultura. Produksi percobaan 50 kg sabut menghasilkan ± 25 kg cocopeat siap jual, berpotensi menambah pendapatan Rp1 250 000 per siklus produksi. Dampak kegiatan terlihat pada berkurangnya timbunan limbah organik, peningkatan keterampilan teknis masyarakat, dan lahirnya unit usaha baru berbasis sabut kelapa.

References

Amin, T. M., Jayadi, M. R., Arifiandi, Y., Belanosa, Y. K., Hadi, L. H., Dewanty, D. D., Novitasari, I., Pujiati, T., Rosida, F., Rizky, A., Setiawan, D. A., Mawan, F. D., Nurkholis, H., Tamrin, M., Irawan, R., Mahara, R., & Fajriaty, W. N. (2015). Penyuluhan dan pelatihan pengolahan sabut kelapa. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan, 4(2), 93–97. https://journal.uii.ac.id/ajie/article/download/7903/6912

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).

Ar, M. M., Fauzi, M., Ahmad, S., Arendra, A., & Hidayat, K. (n.d.). Pengolahan Limbah Sabut Kelapa dan Siwalan Sebagai Produk Bernilai Tambah Di Desa Romben Barat Sumenep. 677–684.

Astuti, F., Pratapa, S., Suasmoro, S., Triwikantoro, T., & Cahyono, Y. (2023). Pengolahan Limbah Sabut Kelapa Menggunakan Mesin Pencacah dalam Upaya Pemanfaatannya sebagai Produk Tepat Guna di Desa Candimulyo - Dolopo - Madiun. Sewagati, 7(3), 1–6. https://doi.org/10.12962/j26139960.v7i3.504

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).

Ardiatma, D. E. (2019). Kajian Sistem Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun Di Pt Tokai Rubber Auto Hose Indonesia. Jurnal Teknologi Dan Pengelolaan Lingkungan, 6(2), 9–11.

Binaraesa, N. N. (2016). Nilai EC (Electro Conductivity) Berdasarkan Umur Tanaman Selada Daun Hijau (Lactuca sativa L.).

Hasriani, & D., K. (2013). Kajian Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat) Sebagai Media Tanam (Study Of Cocopeat As Planting Media).

Maitimu, D. K. (2018). Pengaruh Media Tanam Dan Konsentrasi AB Mix Pada Tanaman Kubis Bunga (Brassica oleraceae var. botrytis L.) Sistem Hidroponik Substrat. Jurnal Produksi Tanaman, 6(4), 516–523.

Mustanir, A. A. (2019). Participatory Rural Appraisal (PRA) Sebagai Sarana Dakwah Muhammadiyah Pada Perencanaan Pembangunan Di Kabupaten Sidenreng Rappang. Prosiding Konferensi Nasional Ke-8 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (APPPTMA).

Nasution. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Tarsito.

Orsini, F. (2012). Technical Manual, Urban Vegetable Production.

Siregar, K. D. (2017). Pengembangan Produk Tanah Liat Melalui Pembuatan Hidroton Sebagai Media Tanam Hidroponik Berwawasan Lingkungan Dan Kesinambungan.

Sulistyawati, & M., M. (2019). Pendampingan Pembuatan Sistem Hidroponik Dan Pengolahan Sampah Organik. JPPM LPIP UMP, 3(1).

Sutardi. (2008). Kajian Waktu Panen Dan Pemupukan Fosfor Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Asiatikosida Tanaman Pegagan (Centella Asiatica L. Urban) Di Dataran Tinggi.

Downloads

Published

2025-05-25

How to Cite

Jhon Fernos, Romi Susanto, Juarsa Badri, Henryanto Abaharis, Alfian, & Yosep Eka Putra. (2025). Pengolahan Sabut Kelapa Menjadi Cocopeat di Nagari Lurah Ampalu Kecamatan Tujuah Koto Kabupaten Padang Pariaman. Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 23–31. https://doi.org/10.30983/dedikasia.v5i1.9363

Issue

Section

Articles

Citation Check