Implementasi Pembinaan Kesejahteraan Guru ASN dan Non-ASN di Sekolah Negeri
DOI:
https://doi.org/10.30983/al-marsus.v3i2.10158Keywords:
Kesejahteraan Guru, Kebijakan Anggaran, Pembinaan ProfesionalAbstract
Abstrak
Adanya kesenjangan penggajian dan jaminan sosial antara guru ASN dan Non ASN di sekolah negeri menjadi problematika sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pembinaan kesejahteraan bagi guru ASN dan non-ASN pada sekolah negeri khusunya SD dan SMP. Metode yang digunakan adalah wawancara dengan 10 kepala sekolah yang dipilih secara purposive sampling pada tahun 2025, data direkam, ditranskripsikan, dan dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan Miles dan Huberman dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa pembinaan bagi ASN lebih terstruktur karena adanya regulasi yang jelas seperti gaji, jaminan sosial, dan akses pelatihan yang mendukung jenjang karir, sedangkan bagi non-ASN pembinaan sangat bergantung pada alokasi RKAS atau BOS dalam hal penggajian, jaminan sosial yang bergantung pada kebijakan sekolah dan inisiatif sendiri, serta akses pelatihan yang belum berdampak pada jenjang karir. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kesenjangan meliputi ketergantungan pada dana BOS, kapasitas fiskal sekolah, praktik rekrutmen yang variatif, frekuensi atau keterlambatan pembayaran honor, dan akses subsidi BPJS. Kepala sekolah berperan dalam pengambilan kebijakan namun bergantung pada regulasi dan anggaran. Disarankan standardisasi honor minimum di tingkat daerah, alokasi anggaran khusus pembinaan dan subsidi jaminan sosial, dan penguatan kapabilitas kepala sekolah dalam perencanaan anggaran dan pembinaan yang berkelanjutan.
Abstract
The gap in salaries and social security between ASN and non-ASN teachers in public schools remains a problem to this day. This study aims to describe and analyze welfare development for ASN and non-ASN teachers in public schools, especially elementary and junior high schools. The method used was interviews with 10 principals selected by purposive sampling in 2025. Data were recorded, transcribed, and analyzed qualitatively using the Miles and Huberman approach with data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that development for ASN is more structured due to clear regulations such as salaries, social security, and access to training that supports career paths, while for non-ASN development is highly dependent on the allocation of RKAS or BOS in terms of salaries, social security that depends on school policies and their own initiatives, and access to training that has not yet impacted career paths. Factors contributing to the gap include dependence on BOS funds, school fiscal capacity, varied recruitment practices, frequency or delays in honorarium payments, and access to BPJS subsidies. Principals play a role in policymaking but are dependent on regulations and budgets. It is recommended that minimum honorariums be standardized at the regional level, a dedicated budget allocated for social security development and subsidies, and principals' capabilities in budget planning and sustainable development be strengthened.
References
A’yun, L. Q., & Hartaman, N. (2021). Evaluation of E-Budgeting Implementation in Planning Budget in Maros Regency. Journal of Government and Political Issues, 1(2), 65–72.
Agung, I., Capnary, M. C., Perdana, N. S., & Silisabon, S. (2020). Factors of Effect on Job Expectation Honorarium Teachers and Its Impact. International Journal of Educational Policy Research and Review.
Apat, B., & Swain, P. (2023). Precarity in The Lives of Contract Teachers: A Qualitative Study from Odisha, India. Frontiers in Education, 8, 1043557.
Aqlia, A. N., & Wales, E. I. (2022). Analysis of The Recruitment of Non-PNS Educators and Education Personnel in The State Education Unit. Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation, 2(6), 916–923.
Ardhi, S. (2022). Pengaruh Tingkat Kesejahteraan Guru terhadap Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah se-Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin, 1(2), 123–131.
As’adi, M. (2023). Pengaruh Kesejahteraan Guru dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Guru pada MTS Nahdlatuth Thullaab Kecamatan Licin. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Sosial, 1(4), 374–380.
Aulia, N. R., Shodiqoh, E. L., & Cahyaningrum, S. P. (2023). Analisis Kebijakan Kesejahteraan Guru Terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan. BASA, 3(1), 26–31.
Busanwir, B., & Shodiqin, R. (2025). Evaluation of Honorary Teacher Welfare Prpgramme: a Review of Recent Literature. Indonesian Journal of Education (INJOE), 4(2), 278–287.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches. Sage publications.
Dara, Y. P., Aisyah, S., Faizah, F., & Rahma, U. (2021). Kesejahteraan Guru: Apakah Tuntutan Emosional Kerja dan Kepercayaan pada Rekan Kerja itu Penting? Ecopsy, 8(2), 109–118.
Dartanto, T., Pramono, W., Lumbanraja, A. U., Siregar, C. H., Bintara, H., & Sholihah, N. K. (2020). Enrolment of Informal Sector Workers in The National Health Insurance System in Indonesia: A qualitative study. Heliyon, 6(11).
Dhobith, A. (2021). Analisis Kebijakan Gaji Guru Honorer terhadap Kesejahteraan Hidup Guru Honorer di Indonesia. Group, 73.
Fathurrahman, I. M., Hafiidhy, L. A., & Hadiatati, E. (2025). Accountability dalam Pendidikan Islam: Teori, Konsep, dan Implikasinya dalam Manajemen Pembiyaan. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu Dan Manajemen Pendidikan Islam, 8(2), 724–732.
Ferayanti, M., Sunardi, & Siswandari. (2020). Mentoring Prospective School Principals in Indonesia: Which Mentoring Skills Need Improvement? Proceedings of the 4th International Conference on Learning Innovation and Quality Education, 1–9.
Hapudin, M. S., & Mujazi, M. (2024). In House Training (IHT) Increasing Teacher Competencies in Building Literacy and Numeration Learning Strategies. Aktual: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 55–59.
Hasanah, S. N., & Zainuddin, A. (2024). Pengaruh Kesejahteraan Guru terhadap Kinerja Guru SD Muhammadiyah PK Kottabarat dan SD Muhammadiyah 10 Tipes. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 902–908.
Hatch, J. A. (2023). Doing Qualitative Research in Education Settings. State university of New York press.
Huang, A. R., & Fillaili, R. (2022). The Struggle to Recruit Good Teachers in Indonesia: Institutional and Social Dysfunctions.
Hutasuhut, S., Siagian, I., Silaban, H., Sitio, F., Silalahi, H. H., Naibaho, H. S. D., & Lahagu, P. H. (2025). Kesejahteraan Guru di Indonesia. Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 3(1), 227–235.
Koelsch, L. E. (2013). Reconceptualizing The Member Check Interview. International Journal of Qualitative Methods, 12(1), 168–179.
Kulsum, U. (2023). Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Guru Tidak Tetap. Journal on Education, 6(01), 8894–8912.
Maisyaroh, Budi Wiyono, B., Hardika, Valdez, A. V., Mangorsi, S. B., & Canapi, S. P. T. (2021). The Implementation of Instructional Supervision in Indonesia and the Philippines, and its Effect on The Variation of Teacher Learning Models and Materials. Cogent Education, 8(1), 1962232.
Mansir, F. (2020). Kesejahteraan dan Kualitas Guru sebagai Ujung Tombak Pendidikan Nasional Era Digital. Jurnal IKA PGSD (Ikatan Alumni PGSD) Unars, 8(2), 293–303.
Massalim, S. Z. (2019). Pengaruh Kesejahteraan Guru terhadap Kinerja Guru PAUD di Kp. Cibadak Kayumanis Bogor. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 13(2), 62–67.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative-Data-Analysis (3rd ed.). United States of America: Sage Publications.
Mukhlishi, M., Hidayatillah, Y., Supandi, S., Asiah, K., Astutik, C., & Basri, H. (2024). Enhancing the Welfare of Non-Permanent Teachers in the Sumenep Islands: The Imperative for Regional Regulations. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 16(2), 2012–2021.
Mustikawati, I. F., Sulaeman, E. S., Subiyanto, A. A., & Suminah, S. (2024). Health Promotion Model in The Utilization of Health Services for Indonesian Social Security Agency for Health Participants. Narra J, 4(3), e1300.
Noviana, N. E. (2018). Dampak Kesejahteraan Guru Honorer Bagi Mutu Guru dalam Pendidikan. Jurnal Widyaloka IKIP Widya Darma, 5(1), 82–93.
Nurrohim, M. A., & Kanada, R. (2024). The Implementation of Basic Education Data System at Muhammadiyah 9 Elementary School, Palembang. International Journal of Applied Educational Research (IJAER, 2(5), 393–406. https://doi.org/10.59890/ijaer.v2i5.5
Patton, M. Q. (2014). Qualitative Research & Evaluation Methods: Integrating Theory and Practice. Sage publications.
Piranggada, T. H., Triyoso, M., Suriansyah, A., & Purwanti, R. (2025). Policy Analysis on The Appointment of Honorary Teachers as ASN PPPK: Implications for Educational Human Resource Stability and Language Education in Kelumpang Hilir District. Esteem Journal of English Education Study Programme, 8(2), 986–993.
Rachmi, A. R., Zahroh, I. F., Ribiana, A. P., & Windasari, W. (2024). Menganalisis Kebijakan Kesejahteraan Guru Honorer terhadap Peningkatan Kualitas Pendidikan di SMKN 1 Driyorejo. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 3(2), 263–272.
Rahayu, R. N., Mulyadi, D., Listiani, T., Aris, N., Asmara, A., & Jubaedah, E. (2023). Model In House Training (IHT) for Social Teacher Competency Development at Junior High School. Proceedings of the Fourth International Conference on Administrative Science (ICAS 2022), 776, 318–324.
Rahmawati, A., Azril, I., Agustiana, A. Y., Andriesgo, J., Gustia, A., Mukhlisin, M., & Wahyuni, S. E. (2025). Prinsip Pengelolaan Keuangan Sekolah dalam Perspektif Islam. Jurnal Kepemimpinan Dan Pengurusan Sekolah, 10(2), 299–317.
Rini, R., Sukamto, I., Ridwan, R., & Hariri, H. (2020). School-Based Management in Indonesia: Decision-Making, Problems, and Problem-Solving Strategy. Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 422, 229–232.
Sa’i, S. (2025). Literature Review on The Effect of Government Policies on The Status of Honorary Teachers. Indonesian Journal of Education (INJOE), 4(2), 267–277.
Sari, L. M. A., Devianti, L. A., Putri, M. F., & Trihantoyo, S. (2025). Dampak Kesejahteraan Guru terhadap Motivasi dan Kinerja Mengajar di SMA 11 Surabaya. JURNAL PENDIDIKAN DAN KEGURUAN, 3(8), 782–791.
Setiawati, Shafrullah, F., Indrawati, L., Fuad, N., & Ayu Pratiwi, P. (2022). Implementation Of Web-Based Budgeting System (E-Budgeting) To Increase Accountability Of School Financial Management In Jakarta Selatan. Journal of Positive School Psychology, 2022(4), 3827–3835. http://journalppw.com
Simon, A. L., & Niron, M. D. (n.d.). Management of School Operational Assistance Funds (Dana BOS) in State Junior High Schools at Agats City of Indonesia.
Stake, R. E. (2010). Qualitative Research: Studying How Things Work.
Sumiyana, S., & Effendi, R. (2024). Indonesia’s Education Budgeting System Denoting Low Adaptiveness: Functionalism Analysis. Cogent Social Sciences, 10(1), 2393870.
Supadi, S., Soraya, E., Muhammad, H., & Halim, N. (2021). Making Sense the Teacher Evaluation with The Value of Local Culture (The Voice of School Principals in Indonesia). International Journal of Educational Management, 35(6), 1124–1135.
Tagela, U., Sanoto, H., & Paseleng, M. C. (2023). Korelasi Pengalaman Kerja, Kesejahteraan dengan Motivasi Kerja Guru-guru SMA Swasta. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 13(2), 188–194.
Untung, S., & Afiqoh, A. (2023). Manajemen Keuangan Pendidikan Islam. Khazanah Pendidikan, 17(2), 547–555.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Rizki Fauzan, Anita Ema Ridiyawati , Herlinda, Herry Erwanto , Perdana Afif Luthfy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.