The Practice and Prohibition of Customary Marriage in Nglawak Indigenous Peoples, Nganjuk Islamic Legal Perspective
DOI:
https://doi.org/10.30983/al%20hurriyah.v8i2.6152Keywords:
Marriage, Prohibition of Javanese Traditional Marriage, Islamic MarriageAbstract
References
Book
Agoes, and Artati. Kiat Sukses Menyelenggarakan Pesta Perkawinan Adat Jawa (Gaya Surakarta Dan Yogyakarta),. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001.
Any, Andjar. Perkawinan Adat Jawa Lengkap. Surakarta: Pabelan, 1985. Bratawidjaja, Thomas Wiyasa. Upacara Tradisional Masyarakat Jawa. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1988.
H, pringgawigdada. Tata Upacara Dan Wicara Pengantin Gaya Yogyakarta. Yogyakarta: kanisius (anggota IKAPI), 2006.
Hariwijaya, M. Perkawinan Adat Jawa. Yogyakarta: Hanggar Kreator, 2005.
Prasetyono, Dwi Sunar. Tata Cara Paes Lan Pranatacara Gagrag Ngayogyakarta. Yogyakarta: Absolut, 2003.
R, Soemodijdjojo. Betaljemur Adammakna. 2008th ed. solo: CV Buana Raya, n.d.
Sanjaya, Umar Haris. Hukum Perkawinan Islam. Yogyakarta: Gama Media, 2017.
Suwarno. Pengajaran Mikro Pendekatan Praktis Dalam Menyiapkan Pendidik Profesional. Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006.
Wijaya, M. Hari. Tata Cara Penyelenggaraan Perkawinan Adat Jawa. Yogyakarta: Hanggar Kreator, 2004.
Journal
Aisyah, Ayu Musyafaah. “Perkawinan Dalam Perspektif Filosofis Hukum Islam.†Universitas Diponegoro, n.d.
Anugrah, Diana. “Analisis Semiotika Terhadap Prosesi Pernikahan Adat Jawa ‘Temu Manten’ Di Samarinda,†2016.
Ikhwan, Ahmad Syaiful. “Wali Adhal Sebab Adat Gelit Dalam Pandangan Hakim Dan Urf’.†Sakina: Journal of Family Studies 5, no. 3 (August 24, 2021). http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jfs/article/view/746.
Kamal, Fahmi. “Perkawinan Dalam Kebudayaan Adat Jawa†V, no. 2 (September 2014).
Mahfudin, Agus, and S. Moufan Dinatul Firdaus. “Analisis Teori Maslahah Mursalah Terhadap Tradisi Larangan Pernikahan Ngalor-Ngulon Masyarakat Adat Jawa.†Jurnal Hukum Keluarga Islam 7, no. 1 (September 15, 2022): 33–49.
Masduki, Aam. “Upacara Perkawinan Adat Sunda Di Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung.†Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya 2, no. 3 (September 1, 2010): 377. https://doi.org/10.30959/patanjala.v2i3.226.
Mustopa, Fendi Bintang. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Larangan Pernikahan Adat Jawa Jilu Studi Kasus Di Desa Tanggan Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen.†Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 1 (December 31, 2019): 40–58. https://doi.org/10.33367/legitima.v2i1.1074.
Pratama, Bayu Ady, and Novita Wahyuningsih. “Pernikahan Adat Jawa Di Desa Nengahan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.†Haluan Sastra Budaya 2, no. 1 (July 26, 2018): 19. https://doi.org/10.20961/hsb.v2i1.19604.
Sa’diyah, Fatichatus. “Upacara Pernikahan Adat Jawa (Kajian Akulturasi Nilai-Nilai Islam Dalam Pernikahan Adat Jawa Di Desa Jatirembe Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik),†Al-Thiqah : Jurnal Ilmu Keislaman,†n.d.
Sholeha, Imanatus. “]MAKNA SIMBOL UPACARA TEMU MANTEN DI DESA SENDURO SEBAGAI KEKAYAAN BUDAYA PANDALUNGAN,†n.d.
Thesis and Disertation
FITRIA ROISATUL ISLAMIYAH, 12102173037. “PERSEPSI TOKOH AGAMA MENGENAI LARANGAN PERNIKAHAN MERTELU DI DUSUN PURWOREJO DESA KARANGPAKIS KECAMATAN PURWOASRI KABUPATEN KEDIRI.†Skripsi. IAIN Tulungagung, October 4, 2021. https://doi.org/10/DAFTAR%20PUSTAKA.pdf.
Iqna’ah, Putri Nailatul. “Pernikahan Adat Jawa Dadung Kepluntir dalam Perspektif Maslahah Mursalah (Studi Kasus di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik Provinsi Jawa Timur),†May 3, 2021. http://repository.unisma.ac.id/handle/123456789/2844.
Perbowosari, H. Nilai Kearifan Lokal Upacara Perkawinan Adat Keraton Jawa Dalam Perspektif Agama Hindu Dalam Prosiding Seminar Nasional Kearifan Lokal Indonesia Untuk Membangun Karakter Universal, n.d.
Slamet, Aurora Nandia. “Kembar Mayang Dalam Upacara Adat Perkawinan Jawa Di Desa Nambahrejo Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah. Lampung:†Universitas Negeri Lampung., 2013.
Sumarji, Nanang. “Panyandra Dalam Upacara Panggih Pengantin Adat Jawa Di Kabupaten Kebumen (Tinjauan Semantik Budaya).†Universitas Negeri Semarang, 2013.
Interview
Amiati (Sesepuh Adat Desa Nglawak). Wawancara, Nganjuk, November 26, 2022.
Mbah Darmaji. (Sesepuh Adat Desa Nglawak), Wawancara, Nganjuk, Desember 2022.
Mbah Misri. (Pemangku Adat Desa Nglawak), Wawancara, Desember 2022.
Muryanto. (Kepala Desa Nglawak), Wawancara, Desember 2022.
Sudarmi. (Masyarakat Desa Nglawak), Wawancara, Desember 2022.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2023 Moh. Faizur Rohman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).


