SOME NOTES ON RELIGIOUS RADICALIZATION AND TERRORISM IN INDONESIA

Authors

  • Donny Syofyan

DOI:

https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v2i2.111

Keywords:

Religious, Radicalism, Terorism

Abstract

Terrorism should not be a security issue in any part of the world anymore. It truly goes out of mainstream, namely intellectual and cultural dimensions. The dimensions are non security issues, critical education, religious depersonalization, the needs for ambassadors, reconciling liberal and fundamental Muslims and cyber religion. These dimensions constitute major aspects to be viewed when it comes to fathoming religious radicalization and terrorism across the country. Various terrorist attacks have taken place across Indonesia in the past few years. Different approaches ranging from security to cultural modes have been applied. Yet, expected outcome, which is peace, remains far from public hope. Rather than spending physical and financial resources, intellectual approach is seriously pressing. This article attempts to look into the very nature of religious radicalization leading to terrorist acts across the country Terorisme semestinya tidak lagi menjadi masalah keamanan di belahan dunia manapun. Hal tersebut berada dalam sudut pandang di luar mainstrem, yaitu dimensi intelektual dan budaya. Dimensi-dimensi tersebut di antaranya; masalah non keamanan, pendidikan kritis, depersonalisasi agama, kebutuhan akan duta besar, mendamaikan umat Islam yang liberal dan fundamental dan fenomena agama maya. Dimensi-dimensi ini merupakan aspek pembuktian utama yang harus dilihat ketika ingin memahamani radikalisasi agama dan terorisme di seluruh negeri. Berbagai serangan teroris telah terjadi di seluruh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pendekatan yang berbeda mulai dari keamanan hingga budaya telah diterapkan, namun hasil yang diharapkan, yaitu perdamaian, masih jauh dari harapan masyarakat. Daripada menghabiskan sumber daya fisik dan keuangan, akan lebih baik menekankan pendekatan intelektual secara serius. Artikel ini mencoba untuk melihat dimensi intelektual dan kebudayaan dalam mencari solusi dari dampak negatif radikalisasi agama bertolak dari pengalaman catatan-catatan tentang terorisme dan radikalisme agama di Indonesia.

References

Text Books

Team APJII & Puskakom UI, Profil Pengguna Internet Indonesia 2014 (Jakarta: Asosiasi Penguna Jasa Internet Indonesia (APJII) and Puskakom UI, 2015).

Freire, Paulo, Education for Critical Consciousness. (New York: A&C Black, 2005).

Ismail, N. H., Jihad selfie: Searching for the Black Swan [Video Trailer]. (Melbourne: Western Publish, 2015).

Team Kominfo. Pengguna Internet di Indonesia capai 82 juta, http//www. Komimpfo.or.id. Accses 2014, May 8.

Journals

Abbas, Afifi Fauzi, "Aspek Aspek Kemanusiaan dalam Terorisme Berdasarkan Kajian Fikih", Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 2.1, 2016.

Azra, Azyumardi, "Bali and Southeast Asian Islam: Debunking the Myths", After Bali: The Threat of Terrorism in Southeast Asia, 2003.

C, Ummah, Sun, "Akar Radikalisme Islam di Indonesia", Humanika, 12.1, 2012.

Fealy, Greg, "Islamic Radicalism in Indonesia: The Faltering Revival?", Southeast Asian Affairs, 2004.

Ghifarie, Iman Fauzi, "Teologi Hakimiyah: Benih Radikalisme Islam", Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 2.1, 2016

Hamilton-Hart, Natasha, "Terrorism in Southeast Asia: Expert Analysis, Myopia And Fantasy", The Pacific Review, 18.3, 2005.

Hayati, M. A. "ظاهرة العن٠اللغوي ÙÙŠ الميزان الشرعي، المشكلات والحلول."Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 2.1, 2016

Hendry, Eka, "Pengarus Utamaan Pendidikan Damai (Peaceful Education) dalam Pendidikan Agama Islam (Solusi Alternatif Upaya Deradikalisasi Pandangan Agama)", At-Turats, 9.1, 2015.

Lim, Merlyna, "Islamic Radicalism and Anti-Americanism in Indonesia: The Role of The Internet", Policy Studies, 18, 2005.

Millie, Julian, and Linda Hindasah, "Regional Aspects of the Indonesian Ulama Council's Ideological Turn", The Asia Pacific Journal of Anthropology, 16.3, 2015.

Muluk, Hamdi and Dhyah Madya Ruth, “Terrorism and Psychologyâ€, Asian Journal of Social Psychology, 2, 2, 2012.

Muqoyyidin, Andik Wahyun, "Membangun Kesadaran Inklusif Multikultural untuk Deradikalisasi Pendidikan Islam", Jurnal Pendidikan Islam , 2.1, 2013.

Ritonga, A. Rahman, "Memaknai Terminologi Jihad dalam al-Qur’an dan Hadis", Islam Realitas: Journal of Islamic & Social Studies, 2.1, 2016.

Rokhmad, Abu, "Radikalisme Islam dan Upaya Deradikalisasi Paham Radikal", Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20.1, 2012.

Razi, Syafwan, "Dari Islam Radikal ke Islam Pluralis Genealogi Gerakan Paderi dan Pengaruhnya terhadap Islam Pluralis di Perbatasan Minangkabau", Masyarakat Indonesia, 41.1, 2016

Saradin, Fauzi, "Strategi Penanggulangan Komunitas Gafatar dalam Rangka Mewujudkan Keamanan dalam Negeri Yang Kondusif (Studi Kasus Di Kabupaten Mempawah)", Jurnal Nestor Magister Hukum, 4.4, 2016.

Sirozi, Muḣammad, "The Intellectual Roots of Islamic Radicalism in Indonesia: Ja‘far Umar Thalib of Laskar Jihad (Jihad Fighters) and His Educational Background", The Muslim World, 95.1, 2005.

Van Bruinessen, Martin, "Genealogies of Islamic Radicalism in Post-Suharto Indonesia", South East Asia Research, 10.2, 2002.

Zora, A., Sukabdi, “Terrorism in Indonesia: A Review on Rehabilitation and Deradicalization†JTR, Vol. 6, Issue. 2, 2015

Downloads

Published

2016-12-20

How to Cite

Syofyan, D. (2016). SOME NOTES ON RELIGIOUS RADICALIZATION AND TERRORISM IN INDONESIA. Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies, 2(2), 134–145. https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v2i2.111

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.