Representasi Relasi Suami Istri dalam Islam pada Film Buya Hamka Vol. 1 dan Vol. 2
DOI:
https://doi.org/10.30983/al-jamahiria.v3i1.9651Keywords:
Representation, Husband and Wife Relationship, FilmAbstract
Film Buya Hamka merupakan film bioskop Indonesia yang menggambarkan perjalanan hidup Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) serta relasi rumah tangganya dengan Siti Raham. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis representasi relasi suami istri dalam Islam yang digambarkan dalam film tersebut sekaligus memahami konstruksi makna di baliknya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teori representasi Stuart Hall dan analisis semiotika Roland Barthes pada level denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menemukan bahwa relasi suami istri dalam film ini merefleksikan nilai tanggung jawab, kesetiaan, saling menghormati, dan keterlibatan intelektual. Pada level denotasi, rumah tangga digambarkan harmonis dan penuh kasih sayang; pada level konotasi, relasi suami istri tidak hanya domestik tetapi juga ideologis dan intelektual; sementara pada level mitos, film membangun gambaran rumah tangga ideal dalam Islam sebagai relasi yang egaliter, dialogis, serta menjadi fondasi kekuatan moral dan perjuangan umat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian komunikasi Islam dan studi representasi melalui media film, dengan menunjukkan bagaimana film religius dapat berfungsi sebagai sarana dakwah kultural sekaligus inspirasi dalam membangun rumah tangga Islami yang harmonis dan berkeadilan.
The film Buya Hamka is an Indonesian movie that depicts the life journey of Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) and his marital relationship with Siti Raham. This article aims to analyze the representation of husband-wife relationships in Islam as depicted in the film and to understand the construction of meaning behind it. This study employs a literature review method with a descriptive qualitative approach, drawing on Stuart Hall's theory of representation and Roland Barthes' semiotic analysis at the denotative, connotative, and mythical levels. This study finds that the husband-wife relationship in this film reflects the values of responsibility, loyalty, mutual respect, and intellectual involvement. At the denotative level, the household is depicted as harmonious and loving; at the connotative level, the husband-wife relationship is not only domestic but also ideological and intellectual; while at the mythical level, the film constructs an image of the ideal household in Islam as an egalitarian, dialogical relationship that serves as the foundation of moral strength and the struggle of the ummah. This research contributes to enriching the study of Islamic communication and representation through film media by showing how religious films can serve as a means of cultural da'wah (proselytizing) as well as inspiration in building a harmonious and just Islamic household.
References
Ahmad Bahtiar, Ummi Kultsum, Reza Anis Maulidya, Syihaabul Hudaa, and Carole Lelievre. 2024. “Relationship Between Customs and Religion in Minangkabau Society Shown in The Works of Hamka.” IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya 22 (2): 193–212. https://doi.org/10.24090/ibda.v22i2.12143.
Aldiseptian136. 2021. “Film Jadul Berbagi Suami...” https://youtu.be/kT5M8Bu7hps?si=eUiqGKkRJgbz0MWN.
Alfiyan, Andi. 2010. “Representasi Istri Dalam Film ‘Habibie & Ainun.’” COMMONLINE DEPARTEMEN KOMUNIKASI 4 (1): 13.
Angelia, Ayu Rosiana. 2023. “7 Film Indonesia Bertema Pernikahan, Dari Poligami Hingga Perceraian.” https://www.liputan6.com/hot/read/5291675/7-film-indonesia-bertema-pernikahan-dari-poligami-hingga-perceraian.
Basyar, Fahmi. 2020. “Relasi Suami Istri Dalam Keluarga Menurut Hukum Islam Dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974.” Istidlal: Jurnal Ekonomi Dan Hukum Islam 4 (2): 138–50. https://doi.org/https://doi.org/10.35316/istidlal.v4i2.269.
Ependi, Selviyan, Ami Pradana, and Dhanu Ario Putra. 2025. “An Analysis of Cultural Value In Buya Hamka Movie .” Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa 2 (4 SE-Articles): 725–33. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v2i3.582.
Fahida, SelviYani Nur. 2021. “Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film ‘ Nanti Kita Cerita Hari Ini ’ ( NKCTHI ) Karya Angga Dwimas Sasongko SelviYani Nur Fahida Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia Roland Barthes ’ Semiotics Analysis on the Film " Nanti Kita Cerita Hari Ini "” 1 (2): 36.
Haq, Izharul. 2023. “Seni Film Sebagai Sarana Dakwah Dalam Perspektif Al-Qur ’ an ( Analisis Film 5 PM Dengan Teori Semiotika Roland Barthes ) Seni Film Sebagai Sarana Dakwah Yang Efektif . Dalam Era Digital Ini , Penonton Film Dapat Dengan Menyatakan Bahwa Dakwah Atau Yang D” 1 (3): 54.
Hermawan, Elpa. 2024. “Portrait of the Figure of Buya Hamka in the Film Buya Hamka Vol.1 (A Semiotic Study).” Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 9 (1 SE-Articles): 105–19. https://doi.org/10.29240/jdk.v9i1.9692.
Irfan, Muhammad, Fahriyan Awaluddin, Firman Fadilla, and Salwa Angriani. 2023. “Representasi Metode Dakwah Islam (Analisis Semiotika Pada Film Buya Hamka).” Nubuwwah : Journal of Communication and Islamic Broadcasting 1 (02 SE-Articles). https://doi.org/10.21093/nubuwwah.v1i02.6732.
jazir, jazir, and Rosyidi Rosyidi. 2025. “Semiotic Analysis Of Exemplary Messages In The Buya Hamka Movie Vol I 2023.” Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan 7 (1 SE-Articles): 99–119. https://doi.org/10.55606/ay.v7i1.1312.
Muhammadiyah, Pimpinan Pusat. 2015. TANFIDZ KEPUTUSAN MUSYAWARAH NASIONAL TARJIH XXVIII. Yogyakarta: Gramasurya.
Natasari, Nofia, and Endi Kurniawan. 2024. “Analisis Pesan Moral Karakter Buya Hamka Pada Film Buya Hamka Volume 1.” Komsospol 2 (1 SE-Articles): 12–24. https://doi.org/10.47637/komsospol.v2i1.1104.
Nugroho, Sandi. 2022. “5 Sutradara Yang Sukses Menggarap Film Religi Indonesia, Kamu Tahu?” Idntimes.Com. Jakarta: IDNtimes. https://www.idntimes.com/hype/entertainment/sandinugraha/sutradara-film-religi-indonesia-c1c2?page=all.
Panghegar, Villar, Sirodjul Munir, and Sri Mulyani. 2024. “Nilai Moral Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Film Buya Hamka Vol I Karya Fajar Bustomi (Alternatif Pengayaan Bahan Ajar Menilai Hal Yang Dapat Diteladani Dari Teks Biografi).” Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 8 (2): 607. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v8i2.15173.
Putri Chaniago, Suci Wulandari, and Ni Nyoman Wira Widyanti. 2023. “Berbincang Dengan Putra Bungsu Buya Hamka, Bicara Jubah Dan Keluarga.” Kompas.Com. https://travel.kompas.com/read/2023/04/27/103910827/berbincang-dengan-putra-bungsu-buya-hamka-bicara-jubah-dan-keluarga?page=all.
Putri, Elsa Tania, and dkk. 2024. “Implementasi Nilai-Nilai Komunikasi Profetik Dalam Film Buya Hamka.” Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia 5 (1): 6. https://doi.org/https://doi.org/10.59784/glosains.v5i1.501.
Rantung, Revi C. 2023. “Film Buya Hamka Pertama Sukses, Laudya Cynthia Bella Dan Vino G Bastian Tak Merasa Terbebani.” Kompas.Com. Jakarta: Kompas. https://www.kompas.com/hype/read/2023/11/28/164044766/film-buya-hamka-pertama-sukses-laudya-cynthia-bella-dan-vino-g-bastian-tak.
Sari, Milya, and Asmendri. 2020. “Penelitian Kepustakaan (Library Research) Dalam Penelitian Pendidikan IPA.” Natural Science 6 (1): 44.
Shihab, Najwa. 2023. “Belajar Dari Buya Hamka Mata Najwa.” https://youtu.be/V2_Mewmh23A?si=z5tlIaqSYSnwUl9v.
Siheta, Felicia Gileta. 2023. “Sinopsis Film Buya Hamka, Mulai Tayang 19 April 2023.” Detik.Com. Jakarta. 2023. https://www.detik.com/sumut/berita/d-6679495/sinopsis-film-buya-hamka-mulai-tayang-19-april-2023.
Syah, Hakim. 2013. “DAKWAH DALAM FILM ISLAM DI INDONESIA (Antara Idealisme Dakwah Dan Komodifikasi Agama)” XIV (2): 267.
Syarifani, Nara, Naan Naan, Dodo Widarda, Cucu Setiawan, and Maman Lukmanul Hakim. 2023. “The Representation of Sufistic Life Value to Build Growth Mindset in Movie ‘Buya Hamka Vol.1.’” El Harakah: Jurnal Budaya Islam 25 (2): 276–303. https://doi.org/10.18860/eh.v25i2.23886.
TV, Rasil. 2023. “Fajar Bustomi Bincang Film Buya Hamka.” https://youtu.be/ROv_g1uxfug?si=6Lrg5jgCYLOqVJGW.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Zumrotul Lutfiah, Primi Rohimi Primi Rohimi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.